Bupati Kapuas Pimpin Apel Siaga Karhutla 2026 dan Penandatanganan MoU dengan MPA
- 20 Jun 2026 16:13 WIB
- Palangkaraya
RRI.CO.ID, Kuala Kapuas - Bupati Kapuas, M. Wiyatno, bertindak sebagai pembina upacara pada Apel Siaga Antisipasi Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Tahun 2026. Kegiatan dirangkai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara PT Globalindo Agung Lestari (GAL) dan Kelompok Masyarakat Peduli Api (MPA), Jumat, 19 Juni 2026.
Kegiatan yang dilaksanakan di lingkungan PT Globalindo Agung Lestari tersebut, diikuti oleh seluruh karyawan Estate Lamunti Barat, Lamunti Timur, Plasma, Mangkatip dan UAI, serta perwakilan masyarakat dan desa-desa yang berada di wilayah operasional perusahaan.
Dalam amanatnya, Bupati Kapuas menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada PT Globalindo Agung Lestari, atas komitmen dan kontribusinya dalam mendukung upaya pencegahan, serta penanggulangan kebakaran hutan dan lahan di Kabupaten Kapuas.
“Pelaksanaan apel siaga ini menunjukkan keseriusan perusahaan dalam menghadapi musim kemarau sekaligus memperkuat sinergi dengan pemerintah, aparat keamanan, dan masyarakat sekitar wilayah operasional perusahaan,” katanya.
Bupati juga mengingatkan bahwa tahun 2026 memerlukan kewaspadaan tinggi dari seluruh pihak. Berdasarkan prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Indonesia diperkirakan mengalami musim kemarau yang lebih panjang dan lebih kering dibandingkan kondisi normal.
Selain itu, fenomena El Nino diprediksi berpotensi mencapai kategori moderat hingga kuat dan berlangsung hingga awal tahun 2027, dengan puncak musim kemarau diperkirakan terjadi pada Juli hingga September 2026.
Kondisi tersebut dinilai meningkatkan risiko terjadinya kebakaran hutan dan lahan, khususnya di Kabupaten Kapuas yang memiliki wilayah gambut cukup luas dan rentan terbakar saat musim kemarau. Kecamatan Mantangai disebut sebagai salah satu kawasan prioritas pengendalian Karhutla karena dominasi lahan gambut di wilayah tersebut.
Menurut Bupati M. Wiyatno, upaya pencegahan harus menjadi prioritas utama, karena kebakaran pada lahan gambut jauh lebih sulit dipadamkan, membutuhkan waktu dan biaya yang besar, serta berdampak luas terhadap kesehatan masyarakat dan lingkungan hidup.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....