Sebatang Kara, Warga Terlantar Dipulangkan ke Bandung dari Kobar

  • 25 Jun 2026 00:26 WIB
  •  Palangkaraya

RRI.CO.ID, Pangkalan Bun - Pemerintah Kelurahan Raja, Kecamatan Arut Selatan, Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Kalimantan Tengah bergerak cepat memfasilitasi pemulangan seorang warga terlantar penderita stroke bernama Nasrullah ke kampung halamannya di Bandung, Jawa Barat. Langkah kemanusiaan ini ditempuh sebagai bentuk pengejawantahan kepedulian sosial birokrasi sekaligus guna memastikan pasien mendapatkan perawatan serta pendampingan intensif dari keluarga intinya.

Skema pemulangan ini berhasil direalisasikan setelah jajaran Pemerintah Kelurahan Raja intensif membangun jalur koordinasi dengan otoritas terkait dan pihak keluarga besar Nasrullah di Bandung. Jalinan komunikasi tersebut membuahkan hasil positif dengan datangnya kakak kandung Nasrullah secara langsung ke Pangkalan Bun untuk menjemput serta membawa pulang sang adik.

Lurah Raja, Misrani, bersama Kepala Seksi Kesejahteraan Rakyat (Kasi Kesra), Kepala Seksi Tata Pemerintahan (Kasi Tapem), serta staf kelurahan turut mengawal ketat proses keberangkatan Nasrullah di bandara udara setempat. Mengingat kondisi fisiknya yang melemah akibat serangan stroke, Nasrullah terpaksa dievakuasi menggunakan kursi roda sepanjang pergerakan menuju pesawat demi menjamin aspek keamanan dan kenyamanan medisnya.

“Kami berupaya hadir ketika masyarakat membutuhkan bantuan. Pemulangan Bapak Nasrullah merupakan bentuk tanggung jawab dan kepedulian pemerintah kepada warga yang sedang mengalami kesulitan agar dapat kembali bersama keluarga dan memperoleh penanganan yang lebih baik,” ujar Misrani, dikutip dari rilis Dinas Komunikasi Informatika Satistik dan Persandian (Diskominfo SP) Kobar, Jumat, 19 Juni 2026 lalu.

Berdasarkan data rekam sosial, Nasrullah diketahui menyambung hidup sehari-hari sebagai tukang sol sepatu jalanan di kawasan Jalan Prakusuma Yudha RT 07, Kelurahan Raja. Selama merantau di Kobar, ia terpaksa tinggal sebatang kara tanpa adanya pendampingan dari sanak saudara hingga penyakit stroke merenggut kemampuan fisiknya untuk bekerja.

Titik balik nasib Nasrullah mulai mendapat atensi khusus dari Pemerintah Kelurahan Raja setelah dirinya ditemukan telantar di wilayah RT 08 dalam kondisi memprihatinkan yang memerlukan intervensi bantuan sosial kedaruratan. Tindakan taktis dari aparatur kelurahan dalam mengevakuasi sang adik pun sontak memantik rasa haru dan apresiasi mendalam dari pihak keluarga penjemput.

“Kami sangat berterima kasih atas perhatian dan bantuan dari pihak Kelurahan Raja. Tanpa dukungan ini, proses membawa adik kami pulang tentu akan jauh lebih sulit,” ungkapnya.

Melalui aksi nyata ini, Pemerintah Kelurahan Raja menaruh harapan besar agar spirit gotong royong dan kepekaan sosial dapat terus membumi di tengah dinamika kehidupan masyarakat urban. Sinergitas kolektif antara aparatur, keluarga, dan lingkungan sekitar dipandang sebagai pilar utama dalam memberikan perlindungan sosial terpadu agar tidak ada warga yang merasa terisolasi saat didera kesulitan hidup.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....