Kapuas dan Palangka Raya Catat Inflasi Tertinggi di Kalteng pada Mei 2026

  • 18 Jun 2026 23:46 WIB
  •  Palangkaraya

RRI.CO.ID, Palangka Raya – Kabupaten Kapuas dan Kota Palangka Raya menjadi daerah dengan tingkat inflasi tertinggi di Kalimantan Tengah berdasarkan data yang disampaikan Badan Pusat Statistik (BPS) Republik Indonesia pada Mei 2026. Data tersebut disampaikan Kepala BPS RI, Amalia Adininggar Widyasanti, dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Tahun 2026 yang dipimpin Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian.

Amalia menjelaskan, inflasi tertinggi pada tingkat kabupaten dan kota di Kalimantan Tengah terjadi di Kabupaten Kapuas sebesar 5,15 persen, disusul Kota Palangka Raya sebesar 4,48 persen. Angka tersebut berada di atas rata-rata inflasi yang diharapkan dan menjadi perhatian pemerintah daerah untuk segera melakukan langkah pengendalian.

Menurut Amalia, pengendalian inflasi memerlukan upaya yang konsisten dan terukur melalui penguatan koordinasi antarinstansi, kelancaran distribusi barang, serta pemantauan harga komoditas strategis secara berkala. Langkah tersebut dinilai penting untuk menjaga stabilitas harga di tengah meningkatnya kebutuhan masyarakat.

"Peran Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) sangat penting dalam memastikan berbagai program pengendalian harga dapat berjalan efektif. Selain itu, pengawasan terhadap harga kebutuhan pokok dan ketersediaan pasokan pangan juga harus terus diperkuat,” ucapnya, Rabu, 17 Juni 2026.

Tingginya inflasi di Kapuas dan Palangka Raya menjadi indikator perlunya peningkatan sinergi lintas sektor, terutama dalam menjaga rantai pasok bahan pangan. Gangguan distribusi maupun keterbatasan stok dapat berdampak langsung terhadap kenaikan harga di tingkat konsumen.

Pemerintah daerah diharapkan dapat terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan harga komoditas utama di pasar tradisional maupun modern. Upaya seperti operasi pasar, pasar murah, serta kerja sama antardaerah dalam penyediaan pasokan pangan dinilai mampu membantu menekan laju inflasi.

Dengan pengendalian yang terkoordinasi dan berkelanjutan, stabilitas harga di Kalimantan Tengah diharapkan dapat terjaga. Selain menjaga daya beli masyarakat, langkah tersebut juga menjadi bagian penting dalam mendukung pertumbuhan ekonomi daerah yang lebih stabil dan berkelanjutan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....