Kelahiran Pedet Angus di Kumai Jadi Bukti Keberhasilan Program Inseminasi Buatan

  • 18 Jun 2026 14:51 WIB
  •  Palangkaraya

RRI.CO.ID, Pangkalan Bun - Seekor sapi milik peternak Kateni di Desa Bumi Harjo, Kecamatan Kumai, Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), melahirkan pedet Angus jantan pada Selasa, 17 Juni 2026. Kelahiran tersebut menjadi salah satu bukti keberhasilan program Inseminasi Buatan (IB) yang terus digencarkan Pemerintah Kabupaten Kobar melalui Dinas Pertanian.

Petugas reproduksi ternak setempat menjelaskan, pedet Angus tersebut merupakan hasil IB pada indukan Simental dara menggunakan bibit straw Angus yang dilakukan pada 15 September 2025. Proses kelahiran berlangsung normal dan kondisi induk maupun pedet dilaporkan sehat.

Kepala Dinas Pertanian Kobar, Riza Pahlefi, mengapresiasi seluruh petugas reproduksi ternak sapi di lapangan yang dinilai menjadi garda terdepan dalam meningkatkan populasi dan mutu genetik sapi di daerah. “Saya mengapresiasi keberhasilan para petugas reproduksi ternak yang telah bekerja maksimal di lapangan sehingga berhasil melahirkan ternak dari hasil inseminasi buatan untuk meningkatkan populasi ternak sapi di Kabupaten Kotawaringin Barat,” ujar Riza.

Ia juga berharap para petugas reproduksi tetap menjaga etika pelayanan dan terus memberikan pendampingan optimal kepada para peternak di wilayah masing-masing. “Saya berharap kepada semua petugas reproduksi untuk tetap menjaga etika yang baik dan memberikan pelayanan yang optimal kepada peternak,” katanya.

Secara khusus, Riza juga berpesan kepada pemilik ternak agar memperhatikan kesehatan dan pertumbuhan pedet yang baru lahir dengan memberikan pakan sesuai kebutuhan serta menjaga kebersihan kandang. “Saya berharap kepada Pak Kateni untuk memperhatikan kesehatan pedet, memberikan pakan sesuai kebutuhan, dan selalu menjaga kebersihan kandang agar ternak dapat tumbuh dan berkembang dengan baik,” ucapnya.

Program IB sendiri merupakan salah satu strategi pemerintah dalam meningkatkan populasi ternak sapi melalui peningkatan mutu genetik, efisiensi biaya pemeliharaan, serta pencegahan dini terhadap penyakit menular yang kerap terjadi melalui perkawinan alami.

Dalam praktiknya, inseminasi buatan dilakukan dengan memasukkan semen dari pejantan unggul ke saluran reproduksi sapi betina menggunakan alat khusus oleh petugas inseminator terlatih. Metode ini memungkinkan peternak memperoleh keturunan sapi berkualitas tanpa harus melakukan perkawinan alami.

Adapun sapi Aberdeen Angus, yang lebih dikenal masyarakat sebagai sapi Angus, berasal dari dataran tinggi Skotlandia dan terkenal dengan warna hitam pekatnya. Jenis sapi ini sangat populer sebagai sapi pedaging karena kualitas dagingnya yang padat, empuk, dan memiliki nilai ekonomi tinggi.

Dinas Pertanian Kobar berharap keberhasilan kelahiran pedet Angus di Desa Bumi Harjo dapat memotivasi peternak lain untuk memanfaatkan layanan inseminasi buatan guna meningkatkan produktivitas dan kualitas ternak di Kabupaten Kotawaringin Barat. (Distan Kobar).

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....