Kadiskes Kapuas Buka Pelatihan Penanganan Darurat Ibu dan Bayi

  • 10 Jun 2026 22:04 WIB
  •  Palangkaraya

RRI.CO.ID, Kuala Kapuas – Puluhan dokter, perawat, dan bidan dari berbagai fasilitas kesehatan primer di Kabupaten Kapuas, mengikuti pelatihan khusus penanganan kegawatdaruratan ibu hamil dan bayi baru lahir. Kegiatan pelatihan yang berlangsung di Aula Hotel Fovere Kapuas, Senin, 8 Juni 2026 ini dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kapuas.

Dalam sambutannya, Kepala Dinas Kesehatan (Kadiskes) Kapuas, dr. Agus Waluyo, menegaskan bahwa tenaga kesehatan di puskesmas dan klinik harus benar-benar siap menghadapi situasi darurat. Dengan kemampuan dan kesigapan yang baik, maka situasi darurat pada ibu hamil dan bayi baru lahir dapat tertangani dengan efektif.

“Jangan sampai ada ibu atau bayi yang meninggal hanya karena penanganan terlambat atau salah langkah. Pelatihan ini kunci keselamatan mereka,” katanya.

Tak hanya membuka acara, Kadiskes juga bertindak sebagai narasumber. Ia turut berbagi pengalaman dan tips praktis dalam mengidentifikasi tanda bahaya kehamilan serta cara mengambil keputusan cepat di fasilitas kesehatan dengan peralatan terbatas.

Peserta tampak antusias mengikuti sesi tanya jawab. Salah satu peserta bidan, mengaku senang mengikuti pelatihan karena materi disampaikan dengan bahasa yang mudah dimengerti, selain itu juga diberikan berbagai contoh kasus nyata yang sering dihadapi di lapangan.

Melalui pelatihan ini, Dinas Kesehatan Kabupaten Kapuas juga mendorong penguatan koordinasi antara puskesmas, klinik, dan rumah sakit rujukan agar penanganan kasus kegawatdaruratan dapat berjalan lebih cepat dan terintegrasi. Sinergi yang baik antar tenaga kesehatan diharapkan mampu meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan ibu dan anak serta mendukung upaya penurunan angka kematian ibu dan bayi di Kabupaten Kapuas.

Pelatihan ini berlangsung selama tiga hari, dari tanggal 8 hingga 10 Juni 2026. Diharapkan, setelah pelatihan, seluruh peserta bisa lebih sigap dan percaya diri menolong pasien darurat, sehingga angka kematian ibu dan bayi di Kapuas bisa terus ditekan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....