Komisi III DPRD Kalteng Soroti Kesiapsiagaan Karhutla Kotim
- 06 Jun 2026 23:16 WIB
- Palangkaraya
RRI.CO.ID, Palangka Raya – Komisi III DPRD Provinsi Kalimantan Tengah memberikan perhatian khusus terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Kotawaringin Timur menjelang musim kemarau 2026. Langkah ini dilakukan karena dampak El Nino diperkirakan memicu musim kemarau yang lebih panjang dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
Ketua Komisi III DPRD Kalimantan Tengah, Sugiyarto, mengatakan pihaknya ingin memastikan kesiapsiagaan daerah dalam menghadapi ancaman karhutla. Menurutnya, terdapat sejumlah kebutuhan daerah yang perlu mendapat dukungan dari pemerintah provinsi, termasuk bantuan Belanja Tidak Terduga (BTT) dan dukungan lain yang menjadi kewenangan provinsi.
Untuk melihat kesiapan di lapangan, Sugiyarto, bersama anggota Komisi III DPRD Kalteng melakukan kunjungan kerja ke BPBD Kotawaringin Timur dan Manggala Agni beberapa waktu lalu. Kunjungan tersebut bertujuan memperoleh gambaran langsung mengenai langkah-langkah antisipasi yang telah dilakukan pemerintah daerah menghadapi musim kemarau.
"Kabupaten Kotawaringin Timur merupakan salah satu wilayah yang menjadi perhatian utama saat musim kemarau. Selain memiliki kawasan rawan karhutla, kondisi di daerah tersebut sering menjadi indikator perkembangan kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan Tengah secara umum,” ucapnya, Jumat, 5 Juni 2026.
Dari hasil pertemuan dengan para pemangku kepentingan, Komisi III DPRD Kalteng memperoleh informasi bahwa berbagai upaya kesiapsiagaan telah dijalankan secara maksimal. BPBD Kotim disebut telah melakukan koordinasi lintas sektor, pembinaan kepada masyarakat, serta sosialisasi mengenai pencegahan karhutla dan sanksi bagi pelaku pembakaran lahan.
Sugiyarto menjelaskan bahwa berdasarkan sejumlah kajian ilmiah, tahun 2026 diperkirakan mengalami dampak El Nino yang berpotensi memperpanjang musim kemarau. Karena itu, kesiapan pemerintah daerah dan seluruh elemen masyarakat menjadi faktor penting untuk meminimalkan risiko terjadinya kebakaran hutan dan lahan.
Hasil kunjungan kerja tersebut akan menjadi bahan pembahasan Komisi III DPRD Kalteng bersama organisasi perangkat daerah di tingkat provinsi melalui rapat dengar pendapat. Selain itu, masyarakat diimbau meningkatkan kewaspadaan dengan tidak membuang puntung rokok sembarangan, tidak membakar sampah di lahan terbuka, serta menyiapkan cadangan air di rumah sebagai langkah antisipasi.
Sugiyarto menegaskan bahwa penanggulangan bencana merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan peran aktif pemerintah, dunia usaha, media, perguruan tinggi, dan masyarakat agar karhutla tidak menimbulkan dampak luas bagi Kabupaten Kotawaringin Timur.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....