Tekan Risiko Kebakaran, Damkar Kobar Matangkan Program Jaga Banua

  • 09 Jun 2026 00:36 WIB
  •  Palangkaraya

RRI.CO.ID, Pangkalan Bun - Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) dan Penyelamatan Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) tengah mematangkan persiapan peluncuran Program Jaga Banua (Jaringan Gerakan Aman Banua). Program strategis ini dirancang untuk memperkuat sistem pencegahan dan penanganan kebakaran secara terpadu di seluruh wilayah Kobar, Rabu, 3 Juni 2026.

Inovasi pelayanan publik ini mengusung tagline resmi Jaga Banua, Siaga Bersama Banua Bebas Kebakaran. Melalui program ini, pemerintah daerah berupaya mengedepankan kolaborasi melekat antara pemerintah, masyarakat, dan dunia usaha demi membangun sistem penanggulangan kebakaran yang cepat, tangguh, serta berkelanjutan.

Langkah ini sekaligus menjadi respons cepat atas tantangan geografis Kabupaten Kobar yang memiliki wilayah luas dengan potensi kerawanan kebakaran permukiman, hutan, dan lahan (karhutla) yang cukup tinggi.

Saat ini, Damkar Kobar sedang mengintensifkan berbagai tahapan persiapan teknis. Mulai dari pemetaan wilayah prioritas, penyusunan Standar Operasional Prosedur (SOP), pembentukan kelompok masyarakat peduli kebakaran, penyusunan regulasi pendukung, hingga pelaksanaan pelatihan mitigasi di tingkat tapak.

Kepala Dinas Damkar dan Penyelamatan Kobar, Dwi Agus Suhartono, menjelaskan bahwa Jaga Banua bukan sekadar program kerja dinas, melainkan sebuah gerakan bersama untuk menumbuhkan budaya sadar bahaya kebakaran secara masif.

“Melalui Program Jaga Banua, kami ingin menghadirkan sistem pencegahan dan penanganan kebakaran yang tidak hanya mengandalkan petugas pemadam, tetapi juga melibatkan masyarakat sebagai mitra utama. Dengan semangat gotong royong dan kolaborasi, kita berharap mampu menciptakan lingkungan yang lebih aman dan tangguh terhadap ancaman kebakaran,” ujar Dwi Agus Suhartono.

Program ini menitikberatkan pada tiga pilar utama, yaitu pencegahan, kesiapsiagaan, dan penanganan cepat. Melalui edukasi berkelanjutan, pembentukan relawan berbasis desa atau kelurahan, serta penguatan sistem pelaporan digital, Jaga Banua diharapkan mampu memangkas waktu tanggap (response time) di lapangan.

Selain memperkuat kapasitas internal pasukan pemadam, gerakan ini juga bertujuan membangun sinergi lintas sektor bersama aparat keamanan, lembaga pendidikan, tokoh masyarakat, hingga pihak swasta.

Peluncuran resmi Program Jaga Banua diproyeksikan menjadi momentum awal transformasi layanan penyelamatan di Kabupaten Kotawaringin Barat, dengan target utama menekan sekecil mungkin risiko dampak kebakaran demi keselamatan masyarakat Bumi Marunting Batu Aji, Kotawaringin Barat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....