Perpustakaan Kalteng Menjadi Ruang Kolaborasi dan Kreativitas Masyarakat

  • 01 Jun 2026 23:17 WIB
  •  Palangkaraya

RRI.CO.ID, Palangka Raya– Perpustakaan kini tidak lagi dipandang sekadar sebagai tempat membaca dan meminjam buku. Di era digital, perpustakaan berkembang menjadi ruang kolaborasi, kreativitas, serta pusat pembelajaran yang dapat dimanfaatkan oleh berbagai kalangan masyarakat untuk mengembangkan pengetahuan dan keterampilan.

Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Kalimantan Tengah terus mendorong transformasi tersebut dengan membuka peluang kerja sama bersama komunitas, organisasi masyarakat, lembaga pendidikan, hingga berbagai pihak lainnya. Langkah ini dilakukan untuk menghidupkan aktivitas perpustakaan sekaligus memperluas manfaat layanan yang diberikan kepada masyarakat.

Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Kalimantan Tengah, Adiah Chandra Sari, mengatakan perpustakaan memiliki peran strategis sebagai pusat pembelajaran sepanjang hayat. Menurutnya, keberadaan perpustakaan harus mampu menjawab kebutuhan masyarakat yang terus berkembang seiring kemajuan teknologi dan informasi.

“Perpustakaan dapat menjadi pusat pembelajaran sepanjang hayat yang mendukung pengembangan pengetahuan, keterampilan, dan pelestarian sejarah daerah,” ujar Adiah Chandra Sari, Minggu, 31 Mei 2026.

Ia menjelaskan, berbagai kegiatan seperti diskusi publik, pelatihan keterampilan, pameran, hingga dokumentasi sejarah lokal dapat diselenggarakan melalui kolaborasi dengan berbagai pihak. Kegiatan-kegiatan tersebut dinilai mampu memperkaya fungsi perpustakaan sebagai pusat informasi publik sekaligus ruang interaksi yang produktif bagi masyarakat.

Selain meningkatkan minat kunjung masyarakat, kegiatan kolaboratif juga memberikan kontribusi penting dalam upaya pengarsipan berbagai peristiwa dan dokumentasi sejarah daerah. Arsip yang terkelola dengan baik akan menjadi sumber informasi berharga bagi generasi mendatang dalam memahami perjalanan pembangunan Kalimantan Tengah.

Melalui penguatan peran perpustakaan dan kearsipan tersebut, Adiah berharap perpustakaan dapat menjadi ruang yang inklusif, terbuka, dan relevan dengan kebutuhan masyarakat masa kini. Dengan dukungan berbagai pihak, perpustakaan diharapkan mampu menjadi pusat literasi, inovasi, serta pelestarian memori kolektif daerah di tengah perkembangan era digital yang semakin dinamis.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....