Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia di Era Digitalisasi

  • 01 Jun 2026 22:59 WIB
  •  Palangkaraya

RRI.CO.ID, Palangka Raya - Momentum Hari Lahir Pancasila pada 1 Juni 2026 menjadi pengingat penting bahwa Pancasila tetap relevan sebagai pemersatu bangsa sekaligus fondasi perdamaian. Di tengah perkembangan teknologi dan derasnya arus informasi global, nilai-nilai Pancasila dinilai mampu menjadi pedoman dalam menjaga persatuan di tengah keberagaman masyarakat Indonesia.

Plt Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Kalimantan Tengah, Muhammad Rus’an, mengatakan Pancasila merupakan kerangka hidup bersama bagi bangsa Indonesia yang sangat majemuk. Keberagaman suku, bahasa, agama, dan budaya menjadi kekayaan bangsa yang harus dijaga melalui pengamalan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.

Menurut Rus’an, bangsa Indonesia saat ini menghadapi berbagai tantangan, mulai dari politik identitas, penyebaran hoaks, ketimpangan ekonomi antarwilayah, hingga polarisasi di media sosial. Dalam kondisi tersebut, Pancasila menawarkan nilai-nilai yang mampu menjadi landasan dalam membangun kehidupan berbangsa yang harmonis.

Ia menjelaskan, lima sila dalam Pancasila mengandung prinsip Ketuhanan, Kemanusiaan, Persatuan, Kerakyatan, dan Keadilan Sosial yang saling menguatkan. Nilai-nilai tersebut dinilai tetap relevan dalam menjawab berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat modern.

“Konsep Bhinneka Tunggal Ika yang menempatkan keberagaman dalam bingkai persatuan, budaya musyawarah untuk mencapai mufakat, serta keadilan sosial bagi seluruh rakyat menjadi pendekatan yang relevan untuk menjawab berbagai konflik dan perpecahan yang terjadi di berbagai belahan dunia,” ujarnya, Senin, 1 Juni 2026.

Rus’an menilai Indonesia dapat menjadi contoh bagi masyarakat global dalam mengelola keberagaman. Pengalaman hidup berdampingan di tengah perbedaan menjadi modal penting dalam membangun perdamaian dan stabilitas sosial.

Selain itu, ia menekankan pentingnya peran generasi muda sebagai penerus nilai-nilai Pancasila di era digital. Generasi muda diharapkan mampu menjadi penyaring informasi, memanfaatkan media sosial secara positif, serta menyebarkan pesan persatuan dan gotong royong.

Menurutnya, pengamalan Pancasila saat ini dapat diwujudkan melalui berbagai aktivitas digital yang memberikan manfaat bagi masyarakat. Pemanfaatan teknologi secara bijak menjadi salah satu bentuk implementasi nilai-nilai Pancasila di era modern.

Meski demikian, Rus’an mengingatkan adanya tantangan berupa derasnya arus informasi dan budaya global yang dapat memengaruhi pemahaman masyarakat terhadap Pancasila. Budaya konsumtif, meningkatnya individualisme, hingga algoritma media sosial menjadi faktor yang perlu diantisipasi bersama.

Karena itu, ia menilai penguatan pendidikan karakter dan literasi digital harus terus dilakukan. Selain itu, nilai-nilai Pancasila perlu diimplementasikan secara nyata dalam kebijakan publik maupun kehidupan bermasyarakat.

Pada peringatan Hari Lahir Pancasila 2026, Rus’an mengajak seluruh masyarakat menjadikan Pancasila sebagai pedoman hidup yang diwujudkan dalam tindakan nyata. Menurutnya, menjaga persatuan, saling menghormati, dan mengamalkan nilai-nilai luhur Pancasila merupakan kunci mewujudkan Indonesia yang maju, damai, dan sejahtera.

“Pancasila bukan milik pemerintah atau golongan tertentu, melainkan kesepakatan luhur bangsa Indonesia untuk hidup bersama secara adil dan damai di tengah keragaman,” katanya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....