BPS Kalteng Gencarkan Sosialisasi Sensus Ekonomi 2026

  • 25 Mei 2026 05:00 WIB
  •  Palangkaraya

RRI.CO.ID, Palangka Raya – Badan Pusat Statistik Provinsi Kalimantan Tengah mulai menggencarkan sosialisasi pelaksanaan Sensus Ekonomi (SE) 2026. Mengambil momentum pelaksanaan Kalteng Expo 2026, BPS Kalteng berkolaborasi dengan Dinas Komunikasi Informatika Persandian dan Statistik Provinsi Kalimantan Tengah menggelar edukasi melalui program podcast, Kamis, 21 Mei 2026.

Kegiatan yang dipandu host Ika Alkinaya dari stand pameran Diskominfosantik tersebut menghadirkan Ketua Pelaksana Sensus Ekonomi 2026 Provinsi Kalteng, Silvia Sari sebagai narasumber. Silvia menjelaskan, Sensus Ekonomi merupakan agenda nasional yang dilaksanakan setiap 10 tahun sekali sesuai amanat Undang-Undang Nomor 16 Tahun 1997 tentang Statistik untuk memotret kondisi perekonomian secara menyeluruh hingga wilayah terkecil.

“Sensus Ekonomi 2026 bertujuan untuk melihat sejauh mana perkembangan dan dinamika ekonomi kita selama sepuluh tahun terakhir setelah pelaksanaan sensus pada tahun 2016 lalu,” ujarnya.

Berdasarkan hasil Sensus Ekonomi 2016, tercatat sebanyak 237.912 usaha di Kalimantan Tengah. Mayoritas usaha terkonsentrasi di Kabupaten Kotawaringin Barat, Kotawaringin Timur, Kapuas, dan Kota Palangka Raya. Dari jumlah tersebut, sebesar 98,42 persen merupakan skala Usaha Mikro Kecil (UMK) yang didominasi sektor perdagangan.

Silvia mengatakan, di era big data saat ini metode sensus secara langsung atau door to door masih sangat diperlukan untuk memastikan pelaku usaha konvensional maupun ekonomi digital seperti content creator dan pedagang online rumahan tidak luput dari pendataan. “Seluruh sektor industri mulai dari pertambangan, pertanian, perdagangan, hingga jasa akomodasi kuliner berskala besar maupun mikro akan didata secara menyeluruh,” katanya.

Ia menjelaskan, tahapan awal Sensus Ekonomi 2026 telah dimulai pada Mei 2026 melalui metode pengisian mandiri secara daring dan pendampingan pengisian bersama atau “Ngibar” khusus untuk segmen usaha besar dan menengah. Sementara itu, pendataan lapangan secara door to door akan dilaksanakan serentak mulai 15 Juni hingga 31 Agustus 2026.

Dalam pelaksanaannya, BPS Kalteng mengerahkan sebanyak 2.487 mitra statistik di 14 kabupaten/kota yang telah melalui proses seleksi dan pelatihan.

Silvia memastikan kerahasiaan data responden dijamin undang-undang dan hasil sensus hanya dipublikasikan dalam bentuk data agregat. Petugas lapangan juga dibekali atribut resmi berupa rompi hitam-oranye, surat tugas, dan tanda pengenal dengan QR Code untuk memvalidasi keabsahan petugas.

Di akhir perbincangan, Silvia mengajak seluruh masyarakat dan pelaku usaha di Kalimantan Tengah menerima kedatangan petugas serta memberikan data yang benar dan jujur.

“Sesuai slogan BPS, Data Akurat, Kebijakan Tepat, hasil sensus ini nantinya akan menjadi kompas dan fondasi penting bagi pemerintah daerah dalam menyusun program bantuan, stimulus usaha, maupun kebijakan pembangunan ekonomi jangka panjang agar tepat sasaran,” ucapnya.

Informasi lebih lanjut mengenai Sensus Ekonomi 2026 dapat diakses melalui situs resmi Sensus Ekonomi 2026 atau layanan WhatsApp “Huma Data” BPS Kalteng di nomor 0811-5216-200.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....