HLUN 2026: Dinkes Kobar Kampanyekan Gerakan 30 Menit Bersama Lansia

  • 24 Mei 2026 00:13 WIB
  •  Palangkaraya

RRI.CO.ID - Pangkalan Bun - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) menggelar peringatan Hari Lanjut Usia Nasional (HLUN) ke-30 Tahun 2026 di Brits Hotel Pangkalan Bun, Jumat, 22 Mei 2026. Momentum ini dimanfaatkan untuk mendongkrak kepedulian publik terhadap kesehatan dan kemandirian lansia melalui kampanye khusus.

Gerakan bertajuk 30 Menit bersama Lansia – Hadirkan Senyum, Sehatkan Lansia menjadi roh dalam peringatan tahun ini. Agenda ini melibatkan perwakilan lansia dari empat wilayah kerja puskesmas strategis, yakni Puskesmas Arut Selatan, Puskesmas Mendawai, Puskesmas Madurejo, dan Puskesmas Natai Palingkau.

Mengusung tema besar Lansia Mandiri, Indonesia Berdaya dengan subtema Lansia Sehat dan Mandiri untuk Indonesia Berdaya, kegiatan ini merespons fenomena pergeseran demografi nasional.

Plt. Kepala Dinkes Kobar, Tengku Ali Syahbana, memaparkan bahwa Indonesia secara riil telah memasuki era penduduk menua (ageing population) sejak lima tahun lalu, di mana grafik populasi lansia terus merangkak naik secara signifikan.

“Berdasarkan data Badan Pusat Statistik tahun 2025, sekitar 11,93 persen atau 34 juta jiwa penduduk Indonesia adalah lansia dan diprediksi meningkat hingga 20 persen pada tahun 2045,” urai Tengku Ali Syahbana.

Tengku menjelaskan, ledakan populasi lansia ini membawa tantangan tersendiri pada sektor kesehatan dan kemandirian fisik. Merujuk pada Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023, masih banyak ditemukan lansia dengan tingkat ketergantungan sedang hingga total yang membutuhkan pendampingan melekat.

Tak hanya problem fisik, kelompok geriatri ini juga rentan terhadap tekanan psikososial seperti kesepian akibat penyusutan interaksi sosial dan keterbatasan mobilitas. Kondisi inilah yang memicu penurunan kualitas hidup dan kesehatan mental mereka.

Melalui Gerakan 30 Menit bersama Lansia, Dinkes Kobar mengajak masyarakat luas meluangkan waktu sejenak untuk menemani, mendengarkan cerita, serta menyuntikkan dukungan emosional kepada lansia di sekitar mereka.

“Saya berharap melalui kegiatan ini mampu meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya lingkungan yang inklusif dan ramah lansia, serta meningkatkan kepedulian dan partisipasi masyarakat dalam menjaga kesehatan dan mencegah penyakit tidak menular pada lansia,” harap Tengku.

Langkah preventif ini, lanjut dia, berkesinambungan dengan Instruksi Presiden Nomor 1 Tahun 2017 tentang Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS) yang mewajibkan adanya kolaborasi lintas sektor.

“Lebih dari itu, saya menekankan pentingnya komitmen, kolaborasi, dan kesinambungan dalam pelaksanaan program ini. Saya berharap kegiatan ini dapat menjadi langkah nyata dalam mewujudkan pelayanan kesehatan bagi seluruh lansia di Kabupaten Kotawaringin Barat,” pungkas Tengku di akhir sambutannya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....