Hardiknas 2026 Jadi Momentum Penguatan Digitalisasi dan Revitalisasi Sekolah

  • 04 Mei 2026 17:21 WIB
  •  Palangkaraya

RRI.CO.ID, Palangka Raya – Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 menjadi momentum penting bagi Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah untuk memperkuat transformasi pendidikan, khususnya melalui program digitalisasi pembelajaran dan revitalisasi sekolah. Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Pendidikan Kalimantan Tengah, Muhammad Reza Prabowo, mengatakan peringatan Hardiknas tahun ini dirangkaikan dengan Hari Bumi dan Hari Otonomi Daerah yang digelar di halaman Kantor Gubernur Kalimantan Tengah.

“Alhamdulillah hari ini kita melaksanakan upacara peringatan Hardiknas yang dirangkaikan dengan Hari Bumi dan Hari Otonomi Daerah. Di tengah efisiensi, kegiatan tetap dapat berjalan dengan baik,” ujarnya, Sabtu, 2 Mei 2026.

Ia juga menyampaikan apresiasi atas kehadiran Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI, Fajar Riza Ul Haq, yang bertindak sebagai inspektur upacara dalam peringatan tersebut. “Kami sangat bersyukur karena Hardiknas tahun ini dihadiri langsung oleh Bapak Wakil Menteri,” katanya.

Reza mengungkapkan, Kalimantan Tengah kembali menerima dukungan program revitalisasi sekolah dari pemerintah pusat. Pada 2025, sebanyak 73 sekolah jenjang SMA, SMK, dan SLB telah menerima bantuan rehabilitasi yang mulai direalisasikan dan diresmikan pada 2026.

“Insyaallah tahun 2026 akan ada penambahan sekolah yang mendapatkan bantuan revitalisasi. Saat ini masih dalam proses pengusulan, verifikasi, dan validasi,” ujarnya.

Menurutnya, pemerintah daerah terus menyiapkan berbagai kebutuhan pendukung agar program revitalisasi berjalan optimal, termasuk kesiapan lokasi dan perencanaan anggaran yang efisien tanpa mengurangi kualitas pembangunan. Selain revitalisasi, Dinas Pendidikan Kalimantan Tengah juga terus mengakselerasi program digitalisasi pembelajaran sebagai prioritas utama pemerintah pusat dan daerah.

“Kita terus menggalakkan dua fokus utama, yaitu digitalisasi pembelajaran dan revitalisasi sekolah,” ucapnya. Dalam implementasinya, pembelajaran berbasis hybrid dan pengembangan modul pembelajaran tiga dimensi mulai diterapkan guna menciptakan proses belajar yang lebih interaktif dan efektif.

Reza menambahkan, pengembangan modul pembelajaran interaktif diharapkan dapat meningkatkan daya imajinasi serta pemahaman peserta didik terhadap materi pembelajaran.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....