Tangani Abrasi, Pemkab Kobar Salurkan Ratusan Geobag ke 2 Desa Pesisir

  • 12 Apr 2026 00:25 WIB
  •  Palangkaraya

RRI.CO.ID, Pangkalan Bun - Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) menyerahkan bantuan ratusan geobag sebagai langkah penanganan darurat abrasi di wilayah pesisir, Jumat, 10 April 2026. Sebanyak 100 buah geobag disalurkan untuk Desa Keraya dan 200 buah untuk Desa Bogam guna mereduksi dampak gelombang laut yang terus menggerus garis pantai.

Geobag merupakan kantong berbahan geotekstil (woven atau non-woven) yang biasanya diisi material seperti pasir/tanah untuk menahan abrasi pantai, erosi sungai, dan peredam gelombang. Kegiatan penyerahan geobag merupakan respons cepat atas kondisi abrasi yang dinilai semakin mengkhawatirkan dan berpotensi mengancam permukiman warga serta infrastruktur desa.

"Bantuan geobag ini adalah langkah penanganan darurat yang sangat krusial. Alat ini dirancang untuk meredam energi ombak dan menahan laju abrasi di titik-titik yang paling rawan," ujar Bupati dalam sambutannya.

Penggunaan geobag dinilai bupati Nurhidayah efektif sebagai solusi jangka pendek sambil menunggu penanganan permanen. Namun, ia menegaskan bahwa keberhasilan penggunaan geobag sangat bergantung pada keterlibatan masyarakat dalam proses pemasangan dan perawatannya.

"Namun, saya ingin menekankan bahwa geobag ini hanyalah benda mati. Ia baru akan berfungsi maksimal jika diiringi dengan semangat gotong royong," Nurhidayah menambahkan.

Ia juga mengajak seluruh pihak, baik pemerintah desa maupun masyarakat, untuk bersama-sama terlibat aktif dalam proses pengisian dan penyusunan geobag di lokasi yang telah ditentukan.

"Saya meminta agar proses pengisian dan penyusunan geobag ini nantinya dilakukan bersama-sama, bahu-membahu antara Pemerintah Daerah, Pemerintah Desa dan seluruh elemen masyarakat. Jadikan momen ini sebagai simbol persatuan kita dalam menjaga kampung halaman," lanjutnya.

Nurhidayah mengajak masyarakat di sana tidak hanya mengandalkan tameng fisik seperti geobag. Bupati kelahiran 1975 tersebut ingin kesadaran untuk merawat ekosistem pesisir dapat ditingkatkan, seperti menciptakan dan menjaga kelestarian mangrove dan tidak membuang sampah sembarangan.

"Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Barat juga berkomitmen untuk terus melakukan pemantauan serta mencari solusi jangka panjang dalam penanganan abrasi, demi melindungi lingkungan dan keberlangsungan hidup masyarakat pesisir," kata Nurhidayah, mengakhiri.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....