Jaga Kualitas Air, DLH Kobar Uji Sampel Lindi di TPA Pasir Panjang

  • 01 Apr 2026 02:23 WIB
  •  Palangkaraya

RRI.CO.ID, Pangkalan Bun - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) memperkuat pengawasan pencemaran lingkungan melalui pengujian kualitas air lindi di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Desa Pasir Panjang, Senin, 30 Maret 2026. Langkah ini dilakukan untuk memastikan instalasi pengolahan limbah sampah tersebut berfungsi optimal dan aman bagi lingkungan.

Pengambilan sampel dilakukan oleh UPT Laboratorium Lingkungan DLH di sejumlah titik strategis, mulai dari bak penampungan (inlet dan outlet) hingga sumur pantau di area hulu dan hilir TPA. Pemantauan ini merujuk pada Peraturan Menteri LHK Nomor P.59 Tahun 2016 tentang Baku Mutu Lindi.

Kepala UPT Laboratorium Lingkungan DLH Kobar, Dewi Sinta, menjelaskan bahwa pengujian periodik merupakan instrumen penting sebagai sistem peringatan dini terhadap potensi pencemaran air tanah.

"Pemantauan ini tidak hanya untuk menilai kinerja instalasi pengolahan lindi, tetapi juga sebagai sistem peringatan dini terhadap potensi pencemaran. Dengan data yang diperoleh secara berkala, pengelola TPA dapat memastikan bahwa pengelolaan lindi di TPA berjalan sesuai standar dan tidak menimbulkan dampak negatif bagi lingkungan maupun masyarakat," kata Dewi.

Data hasil uji laboratorium ini nantinya akan menjadi dasar evaluasi teknis untuk meningkatkan efektivitas pengolahan lindi dan mitigasi risiko lingkungan di sekitar lokasi pembuangan.

Senada dengan hal tersebut, Plt Kepala DLH Kobar, Syahyani, menegaskan bahwa kegiatan ini adalah bentuk tanggung jawab pemerintah dalam menjamin keselamatan kerja petugas dan kesehatan masyarakat sekitar.

"Pemantauan kualitas lindi ini adalah bentuk tanggung jawab Pemerintah Daerah dalam melindungi lingkungan dan masyarakat. Data yang dihasilkan menjadi dasar penting dalam pengambilan kebijakan, sehingga pengelolaan TPA dapat terus ditingkatkan secara berkelanjutan, aman bagi petugas, serta tidak menimbulkan pencemaran bagi lingkungan sekitar," ujarnya.

Selain fokus pada pengolahan di hilir, Syahyani juga mengajak masyarakat untuk lebih konsisten dalam memilah sampah sejak dari sumbernya. Dengan membatasi sampah yang masuk ke TPA hanya pada kategori residu, beban pengolahan limbah dan timbulan air lindi dapat ditekan secara signifikan.

"Semoga langkah berkelanjutan ini bisa menjaga kualitas lingkungan hidup di Kabupaten Kotawaringin Barat tetap terjaga demi keberlanjutan generasi mendatang," kata Plt Kepala DLH Kobar, Syahyani, mengakhiri.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....