Stok Beras Capai 1.500 Ton di Kotawaringin Barat

  • 01 Apr 2026 00:55 WIB
  •  Palangkaraya

RRI.CO.ID, Pangkalan Bun - Perkembangan harga barang kebutuhan pokok (bapok) di Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) pada minggu keempat Maret 2026 terpantau relatif stabil. Meski demikian, Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan UKM (Disperindagkop UKM) Kobar mendapati fluktuasi harga pada beberapa komoditas tertentu seperti cabai dan minyak goreng curah berdasarkan hasil pemantauan harian.

Data yang dianalisis pada Jumat (27/3/2026) menunjukkan bahwa kenaikan harga terjadi pada komoditas cabai, sementara daging ayam ras justru mengalami penurunan. Pemantauan intensif ini terus dilakukan pasca-periode Ramadhan dan Idul Fitri guna memastikan stabilitas harga serta ketersediaan pasokan di pasaran.

Berdasarkan data di lapangan, harga cabai merah besar dan cabai merah keriting bertahan di angka Rp140.000 hingga Rp150.000 per kilogram selama periode 25–27 Maret 2026. Sementara itu, cabai rawit merah mengalami fluktuasi dari harga Rp140.000 per kilogram pada awal minggu menjadi Rp120.000 per kilogram di akhir minggu.

Perbandingan antara minggu ketiga dan keempat Maret menunjukkan adanya lonjakan signifikan pada kelompok cabai jika dilihat dari harga rata-rata mingguan. Cabai merah besar tercatat naik hingga 100 persen, cabai merah keriting naik 50 persen, dan cabai rawit merah mengalami kenaikan sebesar 11,11 persen dibandingkan minggu sebelumnya.

Selain kelompok cabai, minyak goreng curah juga mengalami kenaikan tipis sebesar 1,13 persen. Di sisi lain, harga daging ayam ras (boiler) justru turun sebesar 1,39 persen, yakni dari rata-rata Rp48.000 per kilogram menjadi Rp47.333 per kilogram.

Dari sisi ketahanan pangan, stok bahan pokok di tingkat distributor maupun gudang BULOG wilayah Kobar dipastikan dalam kondisi aman. Total stok beras hingga 27 Maret 2026 mencapai 1.508,88 ton, yang didukung oleh persediaan minyak goreng sebanyak 71,63 ton dan gula pasir sebesar 134,89 ton.

Plt Kepala Bidang Perdagangan Disperindagkop UKM Kobar, Muhamad Suhendra, menegaskan bahwa secara umum kondisi harga di Bumi Marunting Batu Aji tersebut masih terkendali. Ketersediaan stok yang mencukupi menjadi kunci utama pemenuhan kebutuhan masyarakat pasca-hari besar keagamaan.

"Perkembangan harga barang pokok pada minggu keempat Maret 2026 relatif stabil. Kenaikan harga pada komoditas cabai dipengaruhi penyesuaian pasokan setelah periode Ramadhan dan Idul Fitri, sedangkan ketersediaan stok di distributor maupun BULOG masih mencukupi sehingga kebutuhan masyarakat tetap dapat terpenuhi," ujar Suhendra.

Disperindagkop UKM akan terus melakukan pemantauan rutin untuk mengantisipasi gejolak harga yang tidak wajar di tingkat pedagang. "Masyarakat diimbau untuk tidak panik mengingat cadangan pangan strategis seperti beras medium di BULOG saat ini masih tersedia sebanyak 1.314,71 ton," kata Suhendra, mengakhiri.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....