Operasi Ketupat Telabang 2026: Personel Gabungan Kapuas Siaga di Objek Vital

  • 17 Mar 2026 13:05 WIB
  •  Palangkaraya

RRI.CO.ID, Kuala Kapuas - Wakil Bupati Kapuas, Dodo, memimpin apel gelar pasukan Operasi Ketupat Talabang 2026 di halaman Markas Komando Polres Kapuas, Kamis, 12 Maret 2026. Perhelatan ini menjadi genderang pembuka bagi ratusan personel gabungan untuk mengawal keamanan perayaan Idul Fitri 1447 Hijriah di wilayah hukum Kapuas.

Dampingi Kapolres Kapuas, AKBP Gede Eka Yudharma, pihaknya memeriksa kesiapan barisan dan armada yang bakal diterjunkan ke titik-titik rawan. Ritual tahunan ini dilakukan serentak se-Indonesia sebagai ikhtiar negara menjamin keselamatan jutaan pemudik yang akan memadati jalur darat dan sungai.

Dodo menegaskan bahwa pengecekan ini bukan sekadar seremonial, melainkan uji kesiapan sarana dan prasarana lintas sektor. “Apel gelar pasukan ini dalam rangka menyukseskan Operasi Ketupat 2026 sehingga pelaksanaan mudik dan perayaan Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah dapat berjalan dengan aman, nyaman, tertib, dan lancar,” katanya.

Pemerintah daerah kini tengah memasang mata pada dinamika global, termasuk fluktuasi harga minyak yang membayangi stabilitas ekonomi nasional. Namun, di tingkat lokal, pemerintah menjamin pasokan energi seperti BBM dan LPG tetap aman terkendali selama masa Lebaran.

Potensi pergerakan manusia pada musim mudik kali ini diprediksi mencapai angka fantastis, yakni 143,9 juta orang secara nasional. Untuk membendung risiko, Polri bersama TNI mengerahkan lebih dari 161 ribu personel yang akan berjaga selama 13 hari ke depan.

Di Kapuas, ribuan pos pengamanan dan pelayanan telah didirikan untuk menjadi oase informasi bagi para pengelana mudik. Fokus pengamanan akan menyasar pusat keramaian, mulai dari masjid dan lokasi salat Idul Fitri hingga pelabuhan serta pusat perbelanjaan.

Dodo juga meminta untuk mewaspadai wilayah rawan aksi premanisme dan balap liar yang kerap meresahkan warga. “Personel juga diminta meningkatkan patroli pada titik-titik rawan guna mengantisipasi berbagai potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat seperti kejahatan konvensional, premanisme, balap liar, hingga perkelahian antar kelompok,” ucapnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....