Harga Cabai di Kobar Meroket 48 Persen

  • 09 Feb 2026 15:19 WIB
  •  Palangkaraya

RRI.CO.ID, Pangkalan Bun - Memasuki minggu pertama Februari 2026, harga sejumlah barang kebutuhan pokok (bapok) di Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) menunjukkan tren kenaikan signifikan. Kelompok cabai menjadi komoditas dengan lonjakan harga paling drastis dibandingkan rata-rata minggu keempat Januari lalu.

Berdasarkan data pantauan harga per 2–6 Februari 2026, kenaikan tertinggi terjadi pada cabai rawit merah yang melambung sebesar 48,39 persen. Menyusul kemudian cabai merah keriting yang naik 33,33 persen, dan cabai merah besar sebesar 13,33 persen.

Secara harian, harga kelompok cabai terpantau sangat dinamis. Cabai merah besar yang di awal minggu dibanderol Rp60 ribu per kilogram, melonjak menjadi Rp80 ribu per kilogram pada akhir pekan. Sementara itu, cabai rawit merah merangkak naik dari Rp80 ribu hingga menyentuh angka Rp100 ribu per kilogram.

Sebaliknya, beberapa komoditas justru menunjukkan penurunan harga yang memberikan angin segar bagi konsumen, yaitu dengan rincian sebagai berikut:

  1. Ikan Kembung: Mengalami penurunan paling dalam sebesar 10,00 persen,
  2. Bawang Merah: Turun 4,00 persen, dari Rp50.000 menjadi Rp45.000 per kilogram,
  3. Bawang Putih: Terpantau stabil di angka Rp40.000 per kilogram,
  4. Daging Ayam Ras: Mengalami kenaikan tipis dari Rp45.000 menjadi Rp46.000 per kilogram,

Plt. Kepala Bidang Perdagangan Disperindagkop UKM Kobar, Muhamad Suhendra, mengonfirmasi fluktuasi ini masih dalam batas kendali pemerintah daerah. Menurutnya, kenaikan harga khususnya pada kelompok cabai lebih disebabkan oleh dinamika pasokan di tingkat distributor.

"Kami terus memantau pergerakan harga secara intensif di pasar-pasar utama. Meski ada kenaikan pada cabai, ketersediaan barang pokok secara umum di Kobar dipastikan masih aman dan mencukupi," jelas Suhendra.

"Disperindagkop UKM juga terus melakukan koordinasi dengan para pelaku usaha untuk memastikan distribusi tetap lancar guna menjaga stabilitas harga dan mencegah spekulasi pasar yang berlebihan," katanya, mengakhiri.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....