DLH Kobar Kelola 1,5 Ton Sampah Organik Per Hari Jadi Pakan Maggot
- 09 Feb 2026 14:35 WIB
- Palangkaraya
RRI.CO.ID, Pangkalan Bun - Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) terus mempertajam strategi pengelolaan sampah. Fokus utama saat ini adalah meminimalkan timbulan sampah organik yang mencapai 40 hingga 60 persen dari total sampah harian.
Melalui UPT Pengelolaan Sampah Akhir (PSA), tercatat rata-rata 1,5 ton sampah organik berhasil dipilah setiap harinya sebelum masuk ke pemrosesan akhir di TPA. Hal tersebut dijelaskan Kepala UPT PSA, Dzikri Rahman, pada Kamis, 5 Februari 2026.
"Memisahkan sampah organik adalah kunci menjaga usia pakai TPA. Sampah organik yang tertimbun dan membusuk di TPA berisiko menghasilkan air lindi (cairan sampah) dan gas metana yang berbahaya bagi lingkungan," ucap Dzikri Rahman saat memantau penimbangan sampah,
Dengan pemilahan, ia melanjutkan, beban TPA berkurang signifikan. Sampah organik tidak lagi menjadi limbah yang mencemari, melainkan sumber daya yang bisa dimanfaatkan kembali.
Uniknya, DLH Kobar tidak bekerja sendiri. UPT PSA merangkul sektor informal dan pemulung untuk mengolah sampah organik terpilah menjadi produk bernilai guna, seperti:
- Pupuk Kompos untuk penghijauan kota,
- Pakan Maggot (Black Soldier Fly),
- Pakan Ternak alternatif.
Pada kesempatan yang sama, Plt. Kepala DLH Kobar, Syahyani, menegaskan bahwa pola ini menciptakan ekonomi sirkular yang menguntungkan masyarakat sekaligus menjaga kesehatan lingkungan. Syahyani juga menekankan bahwa keberhasilan sesungguhnya ada di hulu, yaitu kesadaran masyarakat untuk memilah sampah dari rumah.
"Meski pengolahan di hilir (TPA) sudah berjalan, jika sampah sudah terpilah sejak dari dapur, proses di TPA akan jauh lebih efektif. Kami mendorong masyarakat menyalurkan sampah organik menjadi kompos mandiri dan sampah anorganik ke Bank Sampah," kata Syahyani mengajak.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....