Musrenbang Kecamatan Jenamas, Forum Strategis Tetapkan Prioritas Pembangunan Terukur

  • 06 Feb 2026 13:24 WIB
  •  Palangkaraya

RRI.CO.ID, Buntok – Pemerintah Kabupaten Barito Selatan (Barsel) menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan Kecamatan (Musrenbangcam) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kabupaten Barito Selatan Tahun 2027 Tingkat Kecamatan Jenamas. Kegiatan berlangsung di Aula Kantor Kecamatan Jenamas, Kamis, 5 Februari 2026.

Musrenbangcam ini dihadiri langsung Bupati Barito Selatan, Eddy Raya Samsuri, dan Wakil Bupati Barito Selatan, Khristianto Yudha.

Camat Jenamas, Akhmad Haitami, dalam laporannya menyampaikan gambaran umum wilayah Kecamatan Jenamas yang secara geografis diapit oleh tiga kabupaten. Ia bersyukur pembangunan infrastruktur kini telah menjangkau wilayah Jenamas sehingga membuka akses jalan tembus ke Kabupaten Barito Kuala dan Kabupaten Hulu Sungai Selatan di Provinsi Kalimantan Selatan, serta Kabupaten Kapuas di Provinsi Kalimantan Tengah.

Dalam sambutan Bupati Barito Selatan yang dibacakan Wakil Bupati Khristianto Yudha, disampaikan bahwa Musrenbang Kecamatan merupakan tahapan penting dalam proses perencanaan pembangunan daerah. Forum ini menjadi wadah strategis untuk menyerap aspirasi masyarakat dari desa dan kelurahan agar arah dan prioritas pembangunan benar-benar berbasis pada kebutuhan riil masyarakat.

“Tahun 2027 merupakan tahun kedua pelaksanaan RPJMD Kabupaten Barito Selatan Tahun 2025–2029, dengan tema Pembangunan Pondasi Hilirisasi Berbasis Sumber Daya Lokal untuk Ketahanan Pangan dan Energi yang Berkelanjutan,” katanya.

Adapun sasaran dan target pembangunan Kabupaten Barito Selatan Tahun 2027 meliputi pertumbuhan ekonomi sebesar 6,45 persen, dibandingkan capaian Tahun 2025 sebesar 4,02 persen (per Oktober 2025). Selain itu, Pemkab Barsel menargetkan penurunan angka kemiskinan menjadi 3,77 persen dari 4,94 persen pada 2025, penurunan Tingkat Pengangguran Terbuka menjadi 3,09 persen dari 4,30 persen, penurunan Indeks Gini menjadi 0,256 dari 0,266, serta peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) menjadi 76,44 dari 75,21.

“Untuk mencapai target tersebut, diperlukan sinergi, sinkronisasi, dan harmonisasi program antara pemerintah pusat, pemerintah provinsi, dan pemerintah kabupaten, mulai dari tahap perencanaan hingga pengendalian pembangunan,” ujarnya.

Pemerintah daerah menyadari bahwa kebutuhan pembangunan, khususnya di bidang infrastruktur, pendidikan, kesehatan, dan penanganan permasalahan sosial, dihadapkan pada keterbatasan kapasitas anggaran daerah akibat menurunnya Dana Bagi Hasil serta Transfer ke Daerah dan Dana Desa (TKDD).

Namun demikian, Pemkab Barito Selatan terus berupaya mengoptimalkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) serta menjajaki sumber pendanaan alternatif yang sah. Salah satunya melalui skema Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU) dalam penyediaan infrastruktur sebagaimana diatur dalam Peraturan Presiden Nomor 38 Tahun 2015.

“Dalam kondisi keterbatasan tersebut, kebijakan penganggaran akan berpedoman pada prinsip money follows program, yaitu memprioritaskan program yang benar-benar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” katanya.

Oleh karena itu, Musrenbang Kecamatan dinilai menjadi forum strategis dalam menetapkan prioritas pembangunan yang terukur, realistis, dan berdampak langsung bagi masyarakat.

Wakil Bupati Khristianto Yudha mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk terus memperkuat kebersamaan dan kolaborasi dalam membangun Kabupaten Barito Selatan. Ia berharap Musrenbang ini menghasilkan kesepakatan terbaik demi terwujudnya Barito Selatan yang sejahtera, berdaya saing, serta menjadi penyangga pangan dan energi Ibu Kota Nusantara (IKN).

Hasil Musrenbang Kecamatan Jenamas yang telah melalui pembahasan, tanggapan, serta saran dari seluruh peserta kemudian dituangkan dalam Berita Acara Hasil Kesepakatan Musrenbang RKPD Kabupaten Barito Selatan Tahun 2027 di Kecamatan Jenamas Tahun 2026.

Kegiatan ini turut dihadiri Forkopimda Kabupaten Barito Selatan, Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Barito Selatan, Pj Sekretaris Daerah beserta asisten dan staf ahli bupati, kepala perangkat daerah, perwakilan BPS, BPN, PDAM Tirta Barito Buntok, Ketua Dharma Wanita Persatuan, Ketua Forum PUSPA, unsur Muspika Kecamatan Jenamas, lurah dan kepala desa se-Kecamatan Jenamas, Ketua BPD, delegasi desa dan kelurahan, serta tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh adat, tokoh pemuda, dan pimpinan organisasi masyarakat.

(diskominfoSP-Barsel/E2N/edt:SR1)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....