Pemkab Kobar Akselerasi Optimalisasi PAD 2026 Lewat Digitalisasi
- 02 Feb 2026 15:16 WIB
- Palangkaraya
RRI.CO.ID, Pangkalan Bun - Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kotawaringin Barat (Kobar) mulai memetakan strategi teknis untuk mengoptimalkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) pada Triwulan I 2026. Fokus utama diarahkan pada penggalian potensi pajak yang selama ini belum tersentuh maksimal.
"Kami melihat potensi besar, terutama pada sektor kuliner kafe dan restoran yang menjamur namun belum tergali optimal. Jika seluruh potensi ini terkelola dengan baik, estimasi pendapatan bisa mencapai Rp20 miliar," kata Kepala Bapenda Kobar, M. Nursyah Ikhsan saat menggelar rapat koordinasi Tim optimalisasi PAD, Jumat 30 Jauari 2026.
Sesuai Permendagri No. 14 Tahun 2025, penghitungan target kini tidak lagi sekadar estimasi, melainkan berbasis analisis potensi dan tren capaian tiga tahun terakhir. Pihaknya juga bekerja sama dengan Bank Kalteng untuk melakukan digitalisasi sistem transaksi melalui penyediaan 180 unit alat digital.
Sementara itu, Pimpinan Cabang Bank Kalteng, Sri Wening, menjelaskan bahwa sistem ini memungkinkan pengawasan secara real-time melalui dashboard monitoring. Menurutnya, sektor pariwisata menjadi salah satu fokus baru dalam perluasan objek pajak.
"Metode pembayaran tersedia melalui tunai dan QRIS. Meski terdapat tantangan seperti kewajiban kepemilikan rekening dan adanya resistensi dari sebagian wajib pajak, sistem ini terbukti sukses di wilayah lain," ungkapnya.
Hal senada dikatakan Kepala Dinas Pariwisata (Dispar), Rona Nirmala. Ia menyoroti potensi besar dari 97 kapal wisata (kelotok) yang beroperasi menuju Taman Nasional Tanjung Puting (TNTP).
"Wisatawan yang datang memberikan multiplier effect bagi hotel, restoran, dan UMKM. Kami menargetkan penggunaan e-ticketing dan Smart EDC dapat diuji coba pada libur Lebaran tahun ini, khususnya untuk retribusi tempat wisata di Desa Sabuai dan Bogam Raya," kata Rona.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....