Pemkab Kapuas Dorong UMKM Naik Kelas
- 02 Feb 2026 14:24 WIB
- Palangkaraya
RRI.CO.ID, Kuala Kapuas - Pemerintah Kabupaten Kapuas menggelar program pelatihan manajemen dan promosi bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) melalui kemitraan dengan PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (Alfamart). Program ini bertujuan mempercepat standarisasi produk lokal agar mampu menembus jaringan pasar ritel modern.
Kegiatan pelatihan tersebut dibuka langsung oleh Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan (Asisten II) Sekretariat Daerah Kabupaten Kapuas, Kusmiatie. Ia menegaskan bahwa UMKM merupakan tulang punggung perekonomian daerah yang memiliki peran strategis dalam menyerap tenaga kerja dan menjaga ketahanan ekonomi masyarakat.
“Sektor UMKM adalah tulang punggung perekonomian daerah kita. UMKM memiliki daya tahan yang luar biasa dan mampu menyerap tenaga kerja yang besar, namun tantangan di era digital dan persaingan pasar modern saat ini juga semakin ketat,” ucapnya, Senin 2 Februari 2026.
Ia menyampaikan bahwa pemerintah berkomitmen mendorong UMKM agar dapat “naik kelas” melalui sinergi antara pemerintah, dunia usaha, dan pihak swasta. Ia pun memberikan apresiasi kepada PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk yang telah menunjukkan kepedulian terhadap pengembangan UMKM lokal melalui program kemitraan.
“Upaya mendorong UMKM agar naik kelas tidak bisa dilakukan sendiri. Diperlukan sinergi antara pemerintah, akademisi, dan dunia usaha,” katanya.
Kusmiatie menilai nantinya para pelaku UMKM dapat memperoleh pemahaman terkait standar mutu produk ritel, manajemen pengemasan yang menarik, strategi pemasaran, serta legalitas usaha. Ia berharap produk-produk lokal Kabupaten Kapuas dapat dipasarkan secara lebih luas hingga ke tingkat nasional.
Sementara itu, Kepala Dinas Penanaman Modal Dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Kapuas, Teguh Yunianto, berpendapat kegiatan tersebut dapat menciptakan ekosistem yang inklusif, sehingga memudahkan UMKM dalam menjalin kerjasama. Ubtuk jumlah peserta yang ikut dalam pelatihan tersebut sebanyak 50 orang.
“Maka dari itu diharapkan dengan pemasaran yang lebih luas. Ini akan berdampak pada meningkatnya kesejahteraan para pelaku UMKM dan pihak-pihak korporasi juga dapat memenuhi kewajiban.” tutur Teguh Yunianto.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....