Badan Sosialisasi MPR RI: Pemahaman Empat Pilar Harus Disampaikan Secara Masif

  • 11 Mei 2026 21:49 WIB
  •  Palangkaraya

RRI.CO.ID, Palangka Raya – Anggota Badan Sosialisasi Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia, Alifudin, memperkuat pemahaman Empat Pilar Kebangsaan bagi para guru, tenaga pendidik, mahasiswa, pelaku UMKM, serta sejumlah unsur masyarakat di Kota Palangka Raya, Senin, 11 Mei 2026.

Kegiatan sosialisasi yang berlangsung di Aula Hapakat Dinas Pendidikan Kota Palangka Raya tersebut bertujuan memperkuat pemahaman masyarakat terhadap nilai-nilai dasar kebangsaan sebagai fondasi kehidupan bernegara. Empat Pilar MPR RI yang disosialisasikan meliputi Pancasila sebagai dasar dan ideologi negara, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), serta Bhinneka Tunggal Ika sebagai semboyan pemersatu bangsa.

Dalam penyampaiannya, Alifudin menegaskan bahwa penguatan wawasan kebangsaan harus terus dilakukan agar masyarakat semakin kokoh menjaga persatuan dan kesatuan bangsa di tengah tantangan perkembangan zaman yang terus berubah.

“Empat Pilar MPR RI adalah fondasi utama dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Jika pilar ini dipahami dan diamalkan pada setiap sendi kehidupan, maka bangsa Indonesia akan tetap kuat menghadapi berbagai tantangan,” ujarnya.

Sekitar 150 peserta mengikuti kegiatan tersebut yang berasal dari berbagai kalangan, mulai dari guru, tenaga pendidik, mahasiswa, pelaku UMKM hingga unsur masyarakat lainnya. Para peserta dinilai memiliki peran penting dalam menyebarluaskan nilai-nilai kebangsaan di lingkungan masing-masing.

Selain memberikan pemahaman mengenai pentingnya Empat Pilar Kebangsaan, kegiatan ini juga menjadi ruang diskusi terkait upaya memperkuat karakter generasi muda melalui pendidikan kebangsaan yang berkelanjutan.

Pada kesempatan itu, Alifudin turut menyampaikan harapan Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Hukum dan Politik Kota Palangka Raya, Alman P. Pakpahan, yang mengusulkan agar nilai-nilai pilar kebangsaan dapat dijadikan kurikulum pendidikan tersendiri guna memperkuat karakter dan wawasan kebangsaan generasi muda di Indonesia.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....