Menhut RI: Hentikan Aktivitas Membakar, Kabut Asap Semakin Parah

  • 20 Agt 2026 10:30 WIB
  •  Palangkaraya

RRI.CO.ID, Palangka Raya - Menteri Kehutanan RI, Raja Juli Antoni, melakukan kunjungan kerja sekaligus meninjau langsung upaya pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kota Palangka Raya dan Kabupaten Pulang Pisau, Kalimantan Tengah. Kedatangan Menteri Kehutanan bersama rombongan memberikan semangat kepada para relawan yang hingga kini terus berjibaku memadamkan api, terutama di kawasan lahan gambut.

Raja Juli Antoni mengatakan, kunjungannya ke Kalimantan Tengah kali ini merupakan penugasan langsung dari Presiden Prabowo Subianto. Presiden, kata dia, turut prihatin dengan kondisi karhutla yang terjadi di Palangka Raya dan meminta agar penanganan di lapangan terus diperkuat.

Dalam kunjungan tersebut, Raja Juli juga menyampaikan salam dari Presiden Prabowo kepada Rudiansyah, seorang relawan remaja yang sempat viral di media sosial karena ikut membantu pemadaman karhutla bersama tim relawan lainnya.

Raja Juli meminta seluruh pihak menghentikan aktivitas pembakaran lahan, terlebih kondisi cuaca saat ini sedang memasuki musim kemarau yang disertai fenomena El Nino. Kondisi tersebut diperkirakan masih berlangsung hingga akhir September 2026 sehingga potensi karhutla dinilai masih cukup tinggi.

"Kami meminta aparat keamanan menindak tegas masyarakat yang dengan sengaja melakukan pembakaran lahan. Kebakaran yang terjadi di tengah kondisi kemarau tidak hanya merusak lingkungan, tetapi juga menimbulkan kabut asap yang merugikan masyarakat luas," ujarnya, Rabu, 19 Agustus 2026.

Raja Juli menegaskan, penanganan karhutla membutuhkan kerja sama seluruh pihak, baik pemerintah, aparat keamanan, relawan maupun masyarakat. Upaya pencegahan harus dilakukan bersama agar kebakaran tidak semakin meluas dan dampak kabut asap terhadap kesehatan masyarakat dapat diminimalkan.

Menhut RI dalam kunjungannya ke Kalteng didampingi Gubernur Kalimantan Tengah, Kapolda, Pangdam, Wali Kota Palangka Raya serta sejumlah pemangku kepentingan lainnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....