Menko Polkam Kunjungan Kerja ke Kapuas, Perkuat Sinergi Penanganan Karhutla
- 02 Agt 2026 22:50 WIB
- Palangkaraya
RRI.CO.ID, Palangka Raya - Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) Republik Indonesia, Jenderal TNI (Purn.) Djamari Chaniago, melakukan kunjungan kerja sekaligus silaturahmi ke Kabupaten Kapuas. Pertemuan yang berlangsung di Hall Rumah Jabatan Bupati Kapuas itu menjadi momentum memperkuat sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), sekaligus membahas berbagai isu strategis yang dihadapi Kalimantan Tengah.
Kegiatan tersebut dihadiri Gubernur Kalimantan Tengah, Agustiar Sabran, didampingi Wakil Gubernur Edy Pratowo, Bupati Kapuas Muhammad Wiyatno, Wakil Bupati Kapuas Dodo, Sekretaris Daerah Kabupaten Kapuas Usis I. Sangkai, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), kepala perangkat daerah, unsur TNI-Polri, serta bupati dan wakil bupati se-Kalimantan Tengah bersama Forkopimda masing-masing. Kehadiran para pemangku kepentingan itu menunjukkan komitmen bersama dalam memperkuat koordinasi lintas sektor.
Dalam arahannya, Menko Polkam Jenderal TNI (Purn.) Djamari Chaniago menegaskan bahwa Kalimantan memiliki posisi yang sangat strategis sebagai wilayah penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN), sekaligus penopang ketahanan pangan, ketahanan energi, dan pelestarian lingkungan. Karena itu, menurutnya, penanganan Karhutla, pemberantasan pertambangan tanpa izin, illegal logging, penyelesaian konflik agraria, hingga penguatan koordinasi lintas sektor harus terus ditingkatkan melalui kolaborasi seluruh elemen.
Djamari juga menyampaikan bahwa pemerintahan di bawah kepemimpinan Presiden Republik Indonesia mengusung konsep President of Solutions, yakni pemerintahan yang berorientasi pada penyelesaian berbagai persoalan masyarakat secara cepat, tepat, dan terukur melalui program-program prioritas nasional. Ia menilai sinergi antara kementerian, pemerintah daerah, aparat keamanan, serta masyarakat menjadi kunci dalam mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan.
Sementara itu, Gubernur Kalimantan Tengah, Agustiar Sabran, memaparkan kondisi umum daerah beserta potensi sumber daya alam yang dimiliki, mulai dari sektor kehutanan, perkebunan, pertanian, perikanan hingga pertambangan. Menurutnya, potensi tersebut merupakan modal besar untuk mendukung ketahanan pangan dan ketahanan energi nasional, namun harus diimbangi dengan pengelolaan yang berkelanjutan.
"Kalimantan Tengah memiliki potensi yang sangat besar untuk mendukung program strategis nasional. Namun, berbagai tantangan seperti Karhutla, pertambangan tanpa izin, illegal logging, dan konflik agraria harus ditangani secara bersama melalui kolaborasi seluruh pemangku kepentingan," ujar Agustiar Sabran.
Pada kesempatan yang sama, Bupati Kapuas, Muhammad Wiyatno, memaparkan perkembangan penanganan Karhutla di wilayahnya hingga 29 Juli 2026. Ia menjelaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Kapuas telah menetapkan Status Siaga Darurat Karhutla, membentuk Satuan Tugas Penanganan Karhutla hingga tingkat kecamatan dan desa, serta menerbitkan surat edaran kepada camat, lurah, kepala desa, dan perusahaan untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi musim kemarau.
Menurutnya, penanganan Karhutla membutuhkan dukungan seluruh pihak agar upaya pencegahan dapat berjalan efektif dan risiko kebakaran dapat ditekan semaksimal mungkin. Wiyatno menambahkan, Pemkab Kapuas terus mengintensifkan patroli terpadu, sosialisasi pencegahan Karhutla, apel siaga, rapat koordinasi, serta penegakan hukum bersama Kepolisian, Kejaksaan, dan Dewan Adat terhadap praktik pembukaan lahan dengan cara dibakar.
Selain itu, pemerintah juga telah menyampaikan surat imbauan kepada perusahaan perkebunan, pertambangan, hutan tanaman industri (HTI), dan hak pengusahaan hutan (HPH) agar aktif mencegah kebakaran di wilayah operasional masing-masing. Melalui kunjungan kerja ini, diharapkan sinergi antara pemerintah pusat, Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah, pemerintah kabupaten/kota, Forkopimda, dan seluruh pemangku kepentingan semakin kuat dalam menjaga stabilitas keamanan, mengendalikan Karhutla, serta mendukung pembangunan berkelanjutan di Kalimantan Tengah. (IAQ/Foto: )
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....