Implementasi Makkah Route Percepat Proses Imigrasi Jemaah Haji

  • 24 Apr 2026 08:55 WIB
  •  Palangkaraya

RRI.CO.ID, Palangka Raya - Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) mengumumkan keberangkatan jemaah haji Indonesia tahun 1447 H/2026 M berjalan lebih tertata melalui implementasi Makkah Route. Layanan ini dirancang khusus untuk menciptakan efisiensi tinggi dalam setiap tahapan perjalanan jemaah menuju Tanah Suci.

Layanan terpadu ini memungkinkan seluruh urusan administrasi dan keimigrasian diselesaikan sepenuhnya selagi jemaah masih berada di tanah air. Setibanya di Madinah, para jemaah dapat langsung menuju penginapan tanpa harus mengantre panjang untuk proses imigrasi ulang.

Layanan Makkah Route mencakup paket lengkap mulai dari perekaman biometrik, penerbitan visa elektronik, hingga pemeriksaan kesehatan yang komprehensif. Bahkan, sistem ini menjamin bagasi jemaah langsung diantar ke hotel masing-masing sesuai dengan pengaturan akomodasi yang telah ditetapkan.

Menteri Haji dan Umrah RI, Moch. Irfan Yusuf, memberikan apresiasi mendalam terhadap kelancaran implementasi layanan bertaraf internasional ini. Ia menegaskan bahwa integrasi sistem ini merupakan langkah besar dalam meningkatkan standar pelayanan haji nasional.

“Proses yang terintegrasi sejak dari tanah air ini tidak hanya mempercepat layanan, tetapi juga memberikan kenyamanan dan kepastian bagi jemaah setibanya di Tanah Suci. Ini adalah wujud nyata komitmen bersama dalam meningkatkan kualitas penyelenggaraan ibadah haji,” katanya, Kamis 23 April 2026.

Operasional haji sendiri dimulai sejak 22 April 2026 ini melibatkan empat embarkasi utama, mulai dari Jakarta, Solo, Surabaya, hingga Makassar. Skema layanan terpadu ini memungkinkan seluruh urusan administrasi dan keimigrasian diselesaikan sepenuhnya selagi jemaah masih berada di tanah air.

Menhaj menambahkan bahwa inovasi digital seperti ini adalah bagian vital dari transformasi besar ekosistem perhajian di Indonesia. Fokus utama pemerintah adalah memastikan jemaah mendapatkan pengalaman spiritual yang lebih tertib dan manusiawi.

“Kami ingin memastikan setiap jemaah mendapatkan pengalaman ibadah yang lebih baik, lebih tertib, dan lebih manusiawi. Dengan sistem yang terintegrasi seperti ini, jemaah tidak lagi dibebani proses berulang setibanya di Arab Saudi, sehingga mereka bisa lebih fokus menjalankan ibadah,” ucapnya, mengakhri.

P

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....