Aturan Baru Haji 2026, Jemaah Kalteng Terima Kartu Nusuk sejak di Embarkasi

  • 22 Apr 2026 22:50 WIB
  •  Palangkaraya

RRI.CO.ID, Palangka Raya - Aturan baru dalam penyelenggaraan ibadah haji 2026 mulai diterapkan bagi jemaah asal Kalimantan Tengah. Salah satu perubahan utama adalah pembagian Kartu Nusuk yang kini dilakukan sejak di Embarkasi Banjarmasin sebelum keberangkatan ke Arab Saudi. Kebijakan ini diharapkan dapat memperlancar proses kedatangan jemaah di Tanah Suci.

Kartu Nusuk merupakan identitas digital resmi berbentuk smart card yang diterbitkan Pemerintah Arab Saudi sejak 2024. Kartu ini digunakan untuk memverifikasi visa serta akses jemaah ke Makkah dan Armuzna, sekaligus mencegah keberadaan jemaah ilegal. Di dalamnya termuat data personal jemaah seperti nama, nomor paspor, informasi hotel, hingga QR code atau chip yang akan dipindai oleh petugas selama pelaksanaan ibadah haji.

Distribusi Kartu Nusuk bagi jemaah haji tahun ini mengalami perubahan signifikan. Jika sebelumnya kartu tersebut dibagikan setelah jemaah tiba di Arab Saudi, kini seluruh jemaah reguler akan menerimanya sejak berada di embarkasi. Langkah ini menjadi bagian dari upaya peningkatan layanan dan efisiensi penyelenggaraan ibadah haji.

Kepala Kanwil Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Kalimantan Tengah, Hasan Basri, mengatakan kebijakan tersebut bertujuan mempercepat proses kedatangan jemaah di Arab Saudi. Dengan membawa Kartu Nusuk sejak awal, jemaah tidak perlu lagi melalui pemeriksaan berulang setibanya di bandara tujuan.

“Supaya jemaah begitu masuk ke Arab Saudi, tidak ada lagi pemeriksaan-pemeriksaan,” ujarnya, Rabu, 22 April 2026.

Hasan Basri menegaskan, sistem ini juga akan membantu mengurangi antrean serta mempercepat mobilisasi jemaah menuju akomodasi masing-masing.

Meski demikian, Hasan mengakui masih ada kemungkinan sebagian kecil jemaah belum menerima Kartu Nusuk sebelum keberangkatan. Hal ini terutama berlaku bagi jemaah cadangan yang baru dipastikan berangkat mendekati jadwal keberangkatan.

Untuk mengantisipasi hal tersebut, kartu akan disiapkan dan diaktifkan setibanya di Arab Saudi oleh petugas terkait. Pihak syarikat yang menangani jemaah Embarkasi Banjarmasin juga telah berada di Indonesia guna memberikan pendampingan kepada petugas dan jemaah, sehingga proses aktivasi serta penggunaan aplikasi Nusuk dapat berjalan lancar.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....