Jemaah Haji Kalteng Siap Diberangkatkan Melalui Embarkasi Banjarmasin

  • 22 Apr 2026 22:39 WIB
  •  Palangkaraya

RRI.CO.ID, Palangka Raya - Sebanyak 1.577 jemaah haji dan petugas haji asal Kalimantan Tengah dijadwalkan berangkat ke Tanah Suci secara bertahap mulai akhir April 2026 melalui Embarkasi Banjarmasin. Kloter pertama dijadwalkan masuk Asrama Haji Banjarmasin pada 28 April dan diberangkatkan ke Arab Saudi pada keesokan harinya, 29 April 2026.

Kepala Kanwil Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Kalteng, Hasan Basri, kepada media cetak dan elektronik saat konferensi pers menjelaskan, kloter awal atau BDJ 4 diisi jemaah haji dari sejumlah daerah dengan komposisi terbanyak berasal dari Kabupaten Kapuas.

Hasan Basri merinci, pada kloter pertama tersebut terdapat 233 jemaah dari Kapuas, 70 orang dari Murung Raya, 49 orang dari Katingan, serta dua orang dari Barito Timur yang merupakan jemaah cadangan. Selain itu, turut serta petugas daerah dan petugas kloter yang akan mendampingi selama perjalanan. Ia menyebutkan, dua jemaah dari Barito Timur menggantikan jemaah asal Kapuas yang menunda keberangkatan.

Secara keseluruhan, total jemaah haji asal Kalimantan Tengah tahun ini tersebar dari berbagai kabupaten dan kota. Kabupaten Kapuas menjadi penyumbang terbanyak dengan 320 orang, disusul Palangka Raya 296 orang, Kotawaringin Timur 171 orang, dan Kotawaringin Barat 161 orang.

Sementara itu, daerah lain seperti Barito Utara, Barito Timur, Barito Selatan, Murung Raya, hingga Gunung Mas juga turut mengirimkan jemaah dengan jumlah bervariasi. ”Untuk prosesi pelepasan, tidak akan dilakukan di Palangka Raya. Gubernur Kalimantan Tengah dijadwalkan langsung melepas jemaah di Embarkasi Banjarmasin. Setelah kloter BDJ 4, pemberangkatan akan berlanjut melalui kloter berikutnya hingga kloter terakhir BDJ 19 yang menjadi penutup rangkaian keberangkatan. Pada kloter terakhir tersebut juga terdapat 12 jemaah tambahan yang merupakan kuota limpahan dari Jawa Barat,” ucapnya, Rabu, 22 April 2026.

Sementara itu, Ketua Tim Keberangkatan Haji Kalteng, Taufik, menjelaskan untuk keberangkatan haji tertua di usia 95 tahun dan termuda 13 tahun. Untuk jemaah haji asal Kalimantan Tengah usia yang berangkat haji berusia 95 tahun dari Kabupaten Barito Utara dan untuk jemaah haji termuda di Kalteng yang dapat berangkat haji berusia 14 tahun dari Kabupaten Pulang Pisau.

"Berbagai hal perlu diperhatikan jemaah haji yang sedang berhaji di Arab Saudi khususnya saat berfoto janganlah di tempat sakral juga membawa spanduk kain di lokasi yang dilarang agar tidak ditangkap pihak keamanan setempat,” ujarnya.

Jemaah haji Indonesia pada tahun 2026 perlu memperhatikan sejumlah hal penting seiring diberlakukannya berbagai kebijakan baru dari Pemerintah Arab Saudi. Salah satunya adalah penggunaan Kartu Nusuk sebagai identitas digital resmi yang wajib dibawa selama menjalankan ibadah di Tanah Suci.

Kartu ini berfungsi untuk akses ke berbagai layanan, termasuk masuk ke Makkah dan Armuzna, sehingga jemaah diminta selalu menyimpannya dengan baik. Selain itu, kondisi kesehatan juga menjadi perhatian utama, mengingat cuaca ekstrem di Arab Saudi yang dapat berdampak pada stamina. Jemaah diimbau menjaga pola makan, cukup istirahat, serta rutin mengonsumsi obat-obatan yang diresepkan bagi yang memiliki riwayat penyakit.

Selain aspek administrasi dan kesehatan, jemaah juga perlu mematuhi aturan dan arahan petugas selama pelaksanaan ibadah. Kepatuhan terhadap jadwal, ketertiban saat di tempat ibadah, serta kewaspadaan terhadap potensi kehilangan barang menjadi hal yang tidak kalah penting.

Jemaah haji juga diingatkan untuk tidak memaksakan diri dalam menjalankan ibadah sunnah apabila kondisi fisik tidak memungkinkan. Dengan memahami dan mematuhi seluruh ketentuan yang berlaku, diharapkan pelaksanaan ibadah haji 2026 dapat berjalan lancar, aman, dan khusyuk bagi seluruh jemaah Indonesia.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....