Melempar Jumrah, Simbol Perlawanan Terhadap Godaan Setan
- 26 Jun 2025 10:52 WIB
- Palangkaraya
KBRN, Palangka Raya: Melempar jumrah adalah salah satu rangkaian penting dalam ibadah haji yang dilaksanakan di Mina, Arab Saudi. Kegiatan ini dilakukan dengan melemparkan batu kerikil ke tiga pilar yang dikenal sebagai jumrah: Aqabah, Wustha, dan Ula.
Melempar jumrah memiliki makna simbolis sebagai perlawanan terhadap godaan setan yang berusaha menghalangi ketaatan umat Islam kepada Allah SWT.
Asal-usul melempar jumrah bermula dari kisah Nabi Ibrahim AS yang diuji oleh Allah SWT untuk menyembelih putranya, Nabi Ismail AS. Setan berusaha menggoda Nabi Ibrahim, Siti Hajar, dan Nabi Ismail untuk membatalkan perintah Allah. Sebagai bentuk perlawanan, mereka melemparkan batu kerikil kepada setan. Peristiwa ini menjadi dasar disyariatkannya melempar jumrah dalam ibadah haji.
Melempar jumrah dilakukan pada tanggal 10 hingga 13 Dzulhijjah. Pada tanggal 10 Dzulhijjah, jemaah hanya melempar jumrah Aqabah. Pada tanggal 11, 12, dan 13 Dzulhijjah, jemaah melempar ketiga jumrah secara berurutan: Ula, Wustha, dan Aqabah. Setiap jumrah dilempar dengan tujuh batu kerikil berukuran kecil, dan setiap lemparan disertai dengan takbir "Allahu Akbar". Melempar jumrah dilakukan dengan tangan kanan menghadap arah Ka'bah, dan disarankan untuk berdoa setelah setiap lemparan, kecuali pada jumrah Aqabah.
Melempar jumrah bukan sekadar ritual fisik, tetapi juga memiliki makna spiritual yang mendalam. Kegiatan ini melambangkan penolakan terhadap godaan setan dan hawa nafsu yang dapat menyesatkan umat Islam dari jalan ketaatan kepada Allah SWT. Dengan melempar jumrah, jemaah diingatkan untuk selalu menjaga keimanan dan ketakwaan dalam menjalani kehidupan sehari-hari.
Bagi jemaah yang tidak mampu melaksanakan melempar jumrah karena alasan tertentu, seperti sakit atau usia lanjut, terdapat keringanan dalam pelaksanaannya. Mereka dapat mewakilkan pelemparan jumrah kepada orang lain yang telah memenuhi syarat tertentu. Hal ini menunjukkan fleksibilitas dalam ibadah haji untuk memastikan setiap jemaah dapat melaksanakan kewajiban sesuai dengan kemampuannya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....