Api Membara di Mendawai, Dua Balita Tewas Terpanggang

  • 11 Agt 2026 16:05 WIB
  •  Palangkaraya

RRI.CO.ID, Palangka Raya - Langit sore di Komplek Mendawai 1 mendadak heboh oleh kepulan asap tebal, Selasa, 11 Agustus 2026. Si jago merah mengamuk tanpa ampun, melahap dua unit rumah warga dan sebuah bangunan barak di Kelurahan Palangka, Kecamatan Jekan Raya, hingga rata dengan tanah. Namun bukan hanya harta benda yang direnggut api sore itu, dua nyawa balita turut menjadi korban dalam peristiwa yang menyisakan duka mendalam bagi warga sekitar.

Dua bocah, masing-masing berusia 2 tahun dan 4 tahun, dilaporkan tewas terjebak di dalam rumah saat kobaran api membesar dengan cepat.

Kedua orang tua balita tersebut, yang kala itu tengah berada di luar rumah, tak menyangka api akan merambat secepat itu. Dalam hitungan menit, rumah yang semula menjadi tempat berlindung berubah menjadi kuburan bagi buah hati mereka.

Warga sekitar yang mendengar teriakan histeris sempat berupaya menerobos masuk untuk menyelamatkan kedua anak tersebut. Namun kobaran api yang kian membesar membuat upaya itu sia-sia. Jeritan dan kepanikan mewarnai lokasi kejadian, sementara si jago merah terus menjalar tanpa bisa dibendung.

Tak berselang lama setelah laporan diterima, petugas pemadam kebakaran gabungan dikerahkan ke lokasi. Delapan unit truk tangki diturunkan, dibantu mesin pompa air portabel milik para relawan, untuk menjinakkan api sekaligus mencegahnya merembet ke bangunan-bangunan warga lain yang letaknya berdempetan.

Setelah pertarungan hampir dua jam melawan si jago merah, api akhirnya berhasil dipadamkan sepenuhnya.

Namun kerugian yang ditinggalkan tak sedikit. Selain dua nyawa balita yang melayang, kerugian materiil ditaksir mencapai ratusan juta rupiah.

Ketua BPK Kamboja Palangka Raya, Sucipto, yang turun langsung ke lokasi kebakaran mengungkapkan kondisi memilukan saat kedua korban ditemukan. "Jadi yang terbakar ini ada tiga unit rumah dan satu barak, untuk korban ada dua orang balita, saat ditemukan kondisinya sudah mengenaskan, bagian tangan sudah tidak berbentuk, dan bagian kepalanya sudah terlepas, hanya sisa kerangka, untuk asal api dari mana, masih dalam penyelidikan pihak kepolisian," ujarnya.

Hingga berita ini diturunkan, penyebab pasti kebakaran belum terungkap. Tim Identifikasi (INAFIS) Polresta Palangka Raya telah diterjunkan ke lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara.

Garis polisi kini melingkari area yang hangus terbakar, menjadi saksi bisu sebuah petang yang merenggut dua nyawa kecil sekaligus meninggalkan trauma mendalam bagi warga Komplek Mendawai 1.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....