Jenazah Bripda Novandri Ramadhana Diautopsi Ungkap Penyebab Kematian
- 05 Jul 2026 06:35 WIB
- Palangkaraya
RRI.CO.ID, Palangka Raya - Suasana di Rumah Sakit Bhayangkara Polda Kalimantan Tengah berubah haru. Sekitar pukul 20.30 WIB, sebuah ambulans memasuki halaman rumah sakit membawa jenazah Bripda Novandri Ramadhana, anggota Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Katingan yang sempat dinyatakan hilang saat operasi pemberantasan narkotika di Desa Kalamei, Katingan Tengah.
Usai menempuh perjalanan darat sekitar tiga setengah jam dari Desa Tumbang Lahang, Kecamatan Katingan Tengah, tim medis segera mengambil alih, membawa jenazah untuk menjalani pemeriksaan forensik dan autopsi guna mengungkap penyebab pasti kematiannya.
Penemuan jenazah Bripda Novandri terjadi pada Sabtu, 4 Juli 2026 sore di sekitar Desa Tumbang Lahang. Warga setempat mendapati tubuh korban tersangkut di antara rumpun bambu dan batang kayu di tepian Sungai Katingan.
Informasi yang dihimpun menyebutkan, sekujur tubuh korban dipenuhi luka yang diduga akibat hantaman senjata tajam. Temuan ini memunculkan dugaan bahwa Bripda Novandri sempat menjadi korban kekerasan sebelum jasadnya terbawa arus sungai.
Kapolres Katingan AKBP Dodik Hartono, saat dikonfirmasi awak media soal dugaan tersebut, memilih bersikap hati-hati. Ia enggan menyimpulkan penyebab kematian sebelum ada hasil pemeriksaan medis resmi.
"Kita tunggu hasil autopsi ya mas," katanya singkat. Kisah pilu ini bermula dari operasi penindakan terhadap terduga bandar sabu di Desa Tumbang Kalamei, Kabupaten Katingan, Kamis, 2 Juli 2026 dini hari.
Operasi yang semula berjalan sesuai rencana itu berubah mencekam ketika keluarga terduga pelaku diduga melakukan perlawanan menggunakan senjata tajam jenis parang.
Baku hantam pun tak terhindarkan. Dalam kekacauan tersebut, Aiptu Yudhi Perdana Putra, personel Satresnarkoba Polres Katingan, gugur akibat serangan senjata tajam. Seorang anggota keluarga terduga pelaku juga dilaporkan tewas dalam insiden tersebut.
Di tengah kepanikan, dua personel lainnya, Bripda Novandri Ramadhana dan Aiptu Sumaryanto, dilaporkan hilang dan diduga hanyut terbawa derasnya arus Sungai Katingan.
Sejak insiden itu, tim gabungan yang terdiri dari Polri, Basarnas, TNI, BPBD, hingga masyarakat setempat terus menyisir aliran Sungai Katingan siang dan malam. Upaya pencarian membuahkan hasil pahit ketika jasad Bripda Novandri akhirnya ditemukan, meski dalam kondisi yang menyisakan banyak pertanyaan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....