Masalah Asmara Berujung Aniaya, Pria Siram Bensin dan Bakar Kekasih di Kotim

  • 27 Jun 2026 07:50 WIB
  •  Palangkaraya

RRI.CO.ID, Kotawaringin Timur - Seorang pria nekat menyiram bensin ke tubuh kekasihnya lalu membakarnya hidup-hidup di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah. Kejadian sadis ini dipicu pertengkaran setelah korban menemukan percakapan WhatsApp pelaku dengan wanita lain.

Korban, Tri Lestari Dewi (33), kini menjalani perawatan intensif di RSUD dr. Murdjani Sampit akibat luka bakar parah yang menyelimuti tubuhnya, terutama pada kedua tangan dan wajah.

Peristiwa ini terjadi pada Rabu dini hari, 24 Juni 2026, sekitar pukul 02.00 WIB, di rumah korban yang berlokasi di Perumahan Citra Mandiri 2, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, Kabupaten Kotawaringin Timur.

Menurut pengakuan korban, insiden bermula ketika dirinya menemukan percakapan WhatsApp pelaku, Saudi Maulana (34), dengan seorang wanita yang telah bersuami.

"Saat tanyakan hal tersebut, ia tidak mengakui dan bahkan menghapus isi percakapan itu. Lalu saya menghubungi wanita yang ada di WA itu, dan menerima tangkapan layar percakapan yang isinya ajakan perselingkuhan dari pelaku," ujar korban saat diwawancarai di RSUD Dr. Murjani Sampit. Jum'at, 26 Juni 2026.

Seketika itu, pertengkaran pun tak terhindarkan, namun pelaku bergegas pergi dengan dalih hendak bekerja.

Sekitar pukul 01.00 WIB, pelaku kembali ke rumah dan disambut korban di depan pintu. Tiba-tiba, pelaku mengambil sebuah jeriken berisi bensin yang berada di samping rumah, lalu menyiramkannya ke tubuh korban sekaligus ke tubuhnya sendiri.

"Pelaku sempat menyatakan ingin mati bersama, kemudian menyalakan korek gas. Api seketika menyulut tubuhnya sendiri dan menjalar ke tubuh saya. Namun ia berlari ke kamar mandi dan memadamkan api di tubuhnya dengan air, dan saya melakukan hal serupa, namun api di tubuh saya tetap menyala," kata Tri Lestari.

Korban akhirnya berlari keluar rumah meminta pertolongan. Warga sekitar segera membawa keduanya ke RSUD dr. Murdjani Sampit.

Meski turut mengalami luka bakar, kondisi pelaku tidak separah korban. Usai mendapat perawatan, pelaku langsung meninggalkan rumah sakit dan hingga kini keberadaannya tidak diketahui.

Pihak keluarga korban mendesak aparat kepolisian segera menangkap pelaku dan menghukumnya seberat-beratnya. Kekhawatiran keluarga semakin besar menyusul ancaman yang pernah dilontarkan pelaku, bahwa ia akan menghabisi seluruh keluarga korban apabila sampai ditangkap polisi.

Sementara itu, Kepolisian Sektor Ketapang menyatakan belum menerima laporan resmi terkait kejadian ini, namun berjanji akan segera menindaklanjuti dan mengusut kasus tersebut.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....