Mahasiswa Keperawatan Tewas Gantung Diri di Kos, Diduga Masalah Asmara

  • 14 Jun 2026 19:52 WIB
  •  Palangkaraya

RRI.CO.ID, Palangka Raya - Seorang mahasiswa program studi keperawatan berinisial LF (19), asal Kabupaten Barito Selatan, ditemukan meninggal dunia akibat gantung diri di dalam kamar kosnya yang berlokasi di Jalan G. Obos XXIV, Kelurahan Menteng, Kecamatan Jekan Raya, Palangka Raya, Minggu, 14 Juni 2026 sore.

Tragedi ini diduga kuat dipicu oleh persoalan asmara. Berdasarkan informasi di lapangan, korban sebelumnya terlibat perselisihan hebat dengan kekasihnya sesaat sebelum mengambil tindakan nekat tersebut.

Peristiwa memilukan ini bermula dari kegelisahan sang ibu yang berada di kampung halaman. Sejak siang hari, ia tak bisa menghubungi putranya karena ponsel LF mendadak tidak aktif. Dilanda kepanikan, sang ibu segera menghubungi Yanto (47), pemilik kos tempat LF tinggal, dan meminta agar kondisi anaknya segera dicek.

Sekitar pukul 14.45 WIB, Yanto mendatangi kamar korban. Berulang kali mengetuk pintu, tak ada sahutan. Karena pintu tidak terkunci, Yanto perlahan mendorongnya dan mendapati pemandangan yang memilukan, tubuh LF sudah dalam posisi tergantung di balik pintu.

"Saya benar-benar terkejut dan langsung memanggil istri saya. Kami segera berteriak meminta tolong kepada Ketua RT dan warga sekitar," ujar Yanto saat memberikan keterangan kepada petugas kepolisian.

Mendapat laporan warga, Pamapta III SPKT Polresta Palangka Raya, Ipda Muhammad Abrar, bersama Unit Inafis Satreskrim Polresta Palangka Raya langsung bergerak cepat mengamankan lokasi kejadian.

Petugas melakukan identifikasi mendalam dan mengumpulkan sejumlah barang pribadi milik korban, termasuk telepon genggam, dompet, KTP, kartu BPJS, serta rekam medis yang kini diamankan sebagai petunjuk utama dalam penyelidikan.

Jasad LF kemudian dievakuasi oleh White Angel Team ke Ruang Jenazah RSUD Doris Sylvanus Palangka Raya. Dokter Spesialis Kedokteran Forensik, dr. Ricka Brillianty, Sp.KF, yang memimpin pelaksanaan visum et repertum menyatakan korban diperkirakan telah meninggal sekitar dua jam sebelum ditemukan.

"Hasil pemeriksaan luar secara saksama menunjukkan tidak ada tanda-tanda kekerasan atau keterlibatan fisik pihak lain pada tubuh korban. Kematian murni akibat asfiksia khas pada kasus gantung diri," kata dr. Ricka Brillianty.

Kasat Reskrim Polresta Palangka Raya, AKP Eka Palti Arie Putra Hutagaol, menegaskan bahwa hingga saat ini penyidik belum menemukan unsur tindak pidana maupun kelalaian pihak lain dalam kasus ini. Namun demikian, penyelidikan menyeluruh tetap dilakukan untuk mengungkap latar belakang tindakan nekat korban.

"Korban diketahui tinggal seorang diri di kos tersebut. Berdasarkan catatan dan keterangan awal saksi-saksi di sekitar TKP, ada indikasi kuat korban sempat terlibat konflik personal atau cekcok dengan pacarnya beberapa saat sebelum kejadian," ucap AKP Eka Palti.

Pihak kepolisian saat ini telah menjalin komunikasi intensif dengan keluarga korban di Kabupaten Barito Selatan guna proses penyerahan jenazah, agar almarhum dapat segera dipulangkan dan dimakamkan.

Note : Jika Anda atau seseorang yang Anda kenal sedang mengalami tekanan mental atau pikiran untuk menyakiti diri sendiri, segera hubungi layanan konseling kesehatan jiwa di Hotline Kemenkes RI: 119 ext. 8, atau datangi fasilitas kesehatan terdekat.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....