Balita Terjatuh dari Lanting di Sungai Barito Ditemukan Meninggal

  • 20 Mar 2026 18:31 WIB
  •  Palangkaraya

RRI.CO.ID, Barito Utara - Pencarian yang berlangsung selama empat hari akhirnya berakhir duka. Tim SAR Gabungan menemukan Sri Jimah, balita yang terjatuh dari rumah lanting di Sungai Barito, dalam kondisi meninggal dunia pada Jumat 20 Maret 2026 pagi.

Tragedi ini bermula pada Selasa siang 17 Maret 2026, saat Sri Jimah dilaporkan terjatuh dari rumah apung milik keluarganya yang berada di Desa Lemo 1, Kecamatan Teweh Tengah, Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah.

Warga setempat sempat melakukan pencarian mandiri, namun upaya tersebut tidak membuahkan hasil. Informasi pun segera diteruskan ke Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Palangka Raya untuk penanganan lebih lanjut.

Ditemukan 148 Km dari Lokasi Kejadian, Malik, Koordinator Lapangan Basarnas Palangka Raya, menjelaskan bahwa tim terus memperluas area penyisiran di sepanjang aliran Sungai Barito memasuki hari keempat pencarian.

"Pukul 08.45 WIB, Tim SAR Gabungan menerima informasi dari nahkoda kapal batubara yang sedang melintas. Korban telah ditemukan meninggal dunia dan langsung dievakuasi oleh Polairud serta BPBD Barito Selatan. Jarak penemuan korban sekitar 148 kilometer dari lokasi kejadian," ucapap Malik.

Jenazah Sri Jimah kemudian dibawa ke RS Jaragah Sasameh untuk keperluan lebih lanjut, sebelum akhirnya diserahkan kepada keluarga di rumah duka.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Palangka Raya, AA Ketut Alit Supartana, yang terus memantau perkembangan operasi ini memberikan apresiasi kepada seluruh tim yang terlibat.

Operasi SAR kali ini melibatkan berbagai unsur, antara lain Koramil Teweh Tengah, Polsek Teweh Tengah, BPBD Kabupaten Barito Utara dan Barito Selatan, Polairud Barito Selatan, perangkat Desa Lemo 1, hingga masyarakat dan keluarga korban yang turut membantu pencarian.

"Dengan ditemukannya korban, operasi SAR dinyatakan selesai dan secara resmi ditutup pada pukul 11.15 WIB. Seluruh unsur yang terlibat telah kembali ke kesatuan masing-masing," ujar Alit.

Peristiwa ini kembali mengingatkan masyarakat yang tinggal di rumah lanting untuk selalu meningkatkan kewaspadaan, terutama dalam mengawasi anak-anak di sekitar perairan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....