Berselisih Masalah Pekarangan, Bhabinkamtibmas Polsek Bukit Batu Jadi Penengah

  • 17 Jun 2026 18:50 WIB
  •  Palangkaraya

RRI.CO.ID, Palangka Raya - Perselisihan antarwarga di Kelurahan Tangkiling yang sempat memanas akibat kesalahpahaman soal penggunaan pekarangan rumah berhasil diselesaikan secara damai melalui jalur mediasi yang difasilitasi Bhabinkamtibmas Polsek Bukit Batu, Polresta Palangka Raya, Rabu, 17 Juni 2026.

Persoalan bermula dari perkara yang tampak sepele, halaman rumah seorang warga yang kerap dijadikan tempat memutar kendaraan oleh tetangganya. Kebiasaan itu rupanya menimbulkan rasa tidak nyaman hingga memicu adu argumentasi antara kedua pihak. Situasi baru mereda setelah warga sekitar turun tangan melerai.

Namun, api perselisihan belum sepenuhnya padam. Sebelum konflik meluas, Bhabinkamtibmas Kelurahan Tangkiling, Aipda Herry Gunawan, mengambil langkah cepat dengan mengundang kedua belah pihak ke Mako Polsek Bukit Batu, Jalan Tjilik Riwut Km 32, Kelurahan Banturung.

Di ruang mediasi itulah, Aipda Herry Gunawan bertindak sebagai penengah, mendengarkan keluhan masing-masing pihak, meluruskan kesalahpahaman, dan mengarahkan keduanya untuk mencari solusi yang bisa diterima bersama.

Kapolsek Bukit Batu Ipda Muhammad Hafiizh Ramadhan, mewakili Kapolresta Palangka Raya Kombes Pol Dedy Supriadi menegaskan pentingnya pendekatan ini.

"Problem solving merupakan salah satu upaya Polri dalam menyelesaikan permasalahan di tengah masyarakat secara musyawarah dan kekeluargaan, sehingga situasi kamtibmas tetap terjaga serta hubungan antar warga dapat kembali harmonis," ujarnya.

Mediasi membuahkan hasil. Kedua belah pihak akhirnya bersepakat menyelesaikan permasalahan secara damai dan saling memaafkan. Ketegangan yang sempat mengguncang kerukunan lingkungan pun mereda.

Polsek Bukit Batu berharap penyelesaian seperti ini menjadi contoh nyata bahwa setiap gesekan di masyarakat tak harus berujung pada jalur hukum, cukup dengan duduk bersama, bicara dari hati ke hati, dan mengedepankan musyawarah demi menjaga kondusivitas wilayah.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....