Densus 88 Gandeng Komunitas Cegah Radikalisme Online

  • 24 Jan 2026 12:34 WIB
  •  Palangkaraya

RRI.CO.ID, Palangka Raya - Densus 88 Anti Teror Polri kembali menggelar aksi pencegahan penyebaran paham radikalisme yang kini menyasar generasi muda melalui game online dan media sosial.

Kali ini, Satuan Tugas Wilayah Kalimantan Tengah Densus 88 menggandeng Komunitas Sepeda HASI Palangka Raya dalam sosialisasi pencegahan paham kekerasan dan sadistis, Sabtu 24 Januari 2026.

Kegiatan yang digelar di Kedai Kopi A'long Space, Janah Jari, Kota Palangka Raya ini menjadi bagian dari strategi Densus 88 memperluas jangkauan edukasi melalui komunitas masyarakat.

Katim Pencegahan Satgaswil Kalteng Densus 88 AT, Ganjar Satrio, menegaskan peran krusial orang tua dalam melindungi anak dari paparan paham berbahaya.

"Anak-anak perlu mendapat perhatian dari orang tua dan waktu yang berkualitas dari keluarga agar anak tidak dipeluk oleh paham negatif yang menyusup masuk melalui media sosial dan permainan game online," kata Ganjar.

Ia mengajak seluruh orang tua lebih aktif mengawasi aktivitas digital anak-anak, mengingat media sosial dan game online kerap menjadi pintu masuk penyebaran konten kekerasan dan radikalisme.

"Kami mengimbau kepada seluruh orang tua dan masyarakat untuk bersama-sama melindungi anak-anak dari paparan konten negatif. Jangan biarkan gadget menggantikan peran keluarga dalam mendidik anak," ujar Ganjar.

Densus 88 AT juga mengajak masyarakat aktif melaporkan setiap indikasi penyebaran paham kekerasan dan radikalisme di lingkungan sekitar.

Kerja sama antara aparat dan masyarakat dinilai menjadi kunci keberhasilan pencegahan di tingkat akar rumput.

Komunitas Sepeda HASI Palangka Raya menyambut positif kegiatan ini dan berkomitmen menjadi mitra dalam menyebarluaskan informasi pencegahan paham kekerasan kepada anggota keluarga dan masyarakat luas.

Satgaswil Kalteng Densus 88 AT berencana terus menggelar sosialisasi serupa dengan melibatkan berbagai elemen masyarakat di Kalimantan Tengah.

Target sosialisasi tidak hanya komunitas, tetapi juga sekolah, pesantren, dan organisasi pemuda untuk memastikan pesan pencegahan menjangkau seluruh lapisan masyarakat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....