Asisten III Setda Kalteng: Perempuan Berperan Perkuat Budaya Integritas

  • 07 Okt 2026 14:44 WIB
  •  Palangkaraya

RRI.CO.ID, Palangka Raya - Perempuan memiliki peran strategis dalam memperkuat budaya integritas, baik di lingkungan keluarga, tempat kerja, maupun masyarakat. Hal tersebut disampaikan Asisten Administrasi Umum Sekretariat Daerah Provinsi Kalimantan Tengah, Sunarti, dalam Tayang Bincang Komunitas Pemelajar Akuntansi Forensik dan Investigasi Anindhacitya bertema “Peranan Perempuan dalam Penguatan Budaya Integritas”, di Kantor Perwakilan BPKP Provinsi Kalimantan Tengah.

Sunarti menjelaskan, integritas menjadi dasar dalam membangun budaya organisasi yang sehat dan terpercaya. Menurutnya, integritas tidak sekadar kepatuhan terhadap aturan, tetapi keselarasan antara keyakinan, perkataan, dan tindakan yang tercermin melalui konsistensi dalam memegang prinsip, termasuk ketika tidak ada yang mengawasi.

Ia menambahkan, keluarga memiliki peran penting dalam membentuk karakter dan integritas sejak dini. Anak belajar dari apa yang dilihat dan dialaminya, sehingga sikap orang tua dalam mengambil keputusan, menjalankan kewajiban, dan menyikapi kesalahan menjadi teladan yang akan membentuk kebiasaan anak.

Menurut Sunarti, perempuan sebagai ibu memiliki peran penting dalam membangun kebiasaan positif serta membimbing anak agar tumbuh mandiri dan bertanggung jawab atas setiap pilihannya. Nilai-nilai tersebut kemudian menjadi bekal dalam membangun karakter yang berintegritas di lingkungan pendidikan, pekerjaan, dan masyarakat.

Sunarti juga menekankan, integritas harus menjadi landasan dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab di lingkungan kerja. Kompetensi dan jabatan perlu diimbangi dengan sikap profesional, penggunaan kewenangan secara tepat, pengambilan keputusan berdasarkan ketentuan dan kepentingan bersama, serta kesediaan mempertanggungjawabkan setiap tindakan.

"Saya mengingatkan pentingnya keberanian untuk mencegah potensi penyimpangan sejak dini. Budaya antikorupsi tidak hanya dibangun melalui aturan, tetapi juga melalui keberanian menolak pemberian yang tidak sesuai ketentuan, mempertanyakan proses yang tidak wajar, menghindari konflik kepentingan, dan melaporkan persoalan melalui saluran yang tersedia,” ucapnya, Selasa, 6 Oktober 2026.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Tengah, Linae Victoria Aden, yang hadir secara daring menegaskan, integritas merupakan fondasi dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik, bersih, dan dipercaya masyarakat. "Bagi saya peran perempuan dapat memperkuat budaya integritas melalui berbagai peran, termasuk sebagai pemimpin, pengawas, rekan kerja, anggota keluarga, dan bagian dari masyarakat,” katanya.

Lain hal yang disampaikan Plt. Kepala Perwakilan BPKP Provinsi Kalimantan Tengah, Hanik Inayatur Rohmah, berharap nilai integritas tidak berhenti sebagai bahan diskusi, tetapi diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. "Saya mengingatkan, semangat antikorupsi perlu dimulai dari kebiasaan sederhana yang dilakukan secara konsisten, karena tindakan kecil yang dianggap biasa dan dilakukan berulang juga perlu dicegah apabila tidak sesuai dengan prinsip integritas,” ujarnya. (MMC Kalteng)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....