Makna Mengunjungi Perpustakaan di Era Digital
- 14 Sep 2026 07:30 WIB
- Palangkaraya
RRI.CO.ID, Palangka Raya - Setiap 14 September, Indonesia memperingati Hari Kunjung Perpustakaan. Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas) mencatat, Hari Kunjung Perpustakaan pertama kali dicanangkan pada 14 September 1995, bersamaan dengan pencanangan Bulan Gemar Membaca pada September 1995.
Peringatan ini menjadi momentum untuk kembali melihat perpustakaan bukan sekadar tempat menyimpan dan meminjam buku, tetapi sebagai ruang untuk membangun kebiasaan membaca, memperluas wawasan, serta mempertemukan masyarakat dengan berbagai sumber pengetahuan.
Di tengah perkembangan teknologi digital, kebiasaan membaca masyarakat turut berubah. Informasi kini dapat diperoleh hanya melalui telepon pintar dalam hitungan detik. Namun, kemudahan tersebut juga menghadirkan tantangan berupa banjir informasi, sehingga kemampuan memilih, memahami, dan memeriksa kebenaran informasi menjadi semakin penting.
Karena itu, ruang membaca di perpustakaan tetap memiliki makna penting. Suasana yang tenang dan koleksi yang terkurasi dapat membantu masyarakat membaca secara lebih fokus dan mendalam, sekaligus menjadi ruang belajar yang mendukung proses pendidikan maupun pengembangan diri.
| Baca juga: Mengenal Profesi Influencer |
Perpusnas sendiri kini juga mengembangkan berbagai layanan digital, seperti iPusnas, OPAC, dan e-Resources. Hal ini menunjukkan bahwa perpustakaan tidak harus berhadapan dengan perkembangan teknologi, melainkan dapat beradaptasi dan memadukan layanan fisik dengan akses pengetahuan digital.
Hari Kunjung Perpustakaan pada akhirnya dapat dimaknai sebagai ajakan untuk kembali menjadikan membaca sebagai kebiasaan. Di era digital, berkunjung ke perpustakaan bukan berarti meninggalkan teknologi, tetapi menggunakan ruang dan sumber pengetahuan secara bijak untuk membangun masyarakat yang semakin literat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....