Sisi Negatif Dari Hobi Berganti Nomor Handphone

  • 11 Mei 2026 05:20 WIB
  •  Palangkaraya

RRI.CO.ID, Palangka Raya - Kebiasaan masyarakat yang sering berganti-ganti nomor ponsel kini mulai menuai peringatan serius seiring rencana diberlakukannya sistem registrasi menggunakan pemindaian wajah.

Kebijakan baru ini bertujuan untuk memperketat keamanan identitas digital pengguna layanan telekomunikasi di tanah air. Dengan adanya verifikasi biometrik, satu identitas fisik akan terikat sangat kuat pada nomor yang terdaftar, sehingga mengganti nomor secara sembarangan bisa menyulitkan pengguna sendiri.

Para pakar keamanan siber menjelaskan bahwa apabila sistem pemindaian wajah sudah resmi berjalan, proses aktivasi nomor baru tidak akan semudah sebelumnya.

Setiap kali warga mengganti nomor, mereka harus melalui proses verifikasi wajah yang terhubung langsung dengan pusat data kependudukan nasional. Jika terlalu sering berganti identitas nomor, sistem keamanan digital dapat mendeteksi aktivitas tersebut sebagai tindakan mencurigakan yang berpotensi memicu pemblokiran layanan.

Sisi negatif lainnya dari hobi berganti nomor adalah risiko hilangnya akses ke berbagai akun penting, seperti perbankan digital dan media sosial, yang sudah terintegrasi dengan verifikasi wajah.

Pengguna yang sering membuang kartu lama akan mengalami kesulitan saat harus melakukan pemulihan akun yang memerlukan kode OTP ke nomor yang sudah tidak aktif. Hal ini tentu sangat merugikan, terutama jika data biometrik wajah sudah terkunci pada nomor ponsel yang hilang atau hangus.

Pemerintah menghimbau agar masyarakat mulai setia pada satu nomor ponsel utama demi kenyamanan transaksi di masa depan. Langkah ini merupakan bagian dari upaya besar dalam membangun ekosistem digital yang bersih dari aksi penipuan dan penyalahgunaan identitas oleh pihak ketiga.

Konsistensi dalam menggunakan satu nomor akan memudahkan validasi data saat masyarakat mengakses berbagai layanan publik yang berbasis teknologi pengenalan wajah.

Masyarakat diharapkan lebih bijak dan tidak lagi tergiur membeli kartu perdana hanya untuk mendapatkan kuota murah sesaat. Edukasi mengenai pentingnya menjaga satu identitas nomor ponsel terus digalakkan agar warga siap menghadapi era keamanan biometrik yang lebih ketat.

Dengan tetap menggunakan satu nomor, perlindungan data pribadi melalui pindaian wajah akan bekerja lebih optimal dan memberikan rasa aman yang maksimal.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....