Pengalaman Mapala Comodo UPR di Tumbang Habangoi

  • 17 Sep 2025 21:27 WIB
  •  Palangkaraya

KBRN, Palangka Raya: Dalam program Sore Ceria yang dipandu oleh Ranap Tobing pada Selasa (16/9/2025), perwakilan Mahasiswa Pecinta Alam (Mapala) Comodo Fakultas Ekonomi dan Bisnis UPR berbagi cerita menarik dari pengalaman mereka di Desa Tumbang Habangoi, Kalimantan Tengah.

Tiga perwakilan, yakni Indah, Maria, dan Putri Marito, mewakili 11 anggota tim yang mengikuti kegiatan tersebut. Mereka terlibat dalam dua misi utama, yaitu pendakian dan riset lapangan yang dilakukan secara terpisah namun saling melengkapi.

Indah, salah satu anggota tim riset, menjelaskan bahwa mereka melakukan penelitian di Bukit Raya, yang masih termasuk dalam kawasan Desa Tumbang Habangoi. Penelitian difokuskan pada kearifan lokal dan adat istiadat masyarakat setempat.

Hasilnya menunjukkan bahwa budaya lokal di desa tersebut masih sangat kuat dan memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai desa wisata budaya. "Harapan kami ke depannya, Desa Tumbang Habangoi bisa terus dilestarikan dan diperkenalkan sebagai desa wisata agar mampu meningkatkan ekonomi masyarakat," ujar Indah.

Sementara itu, tim pendakian yang dipimpin oleh beberapa anggota lainnya menaklukkan jalur Bukit Raya. Mereka menyatakan bahwa pengalaman mendaki tidak hanya menawarkan keindahan alam, tetapi juga pembelajaran budaya, seperti ritual adat sebelum pendakian.

"Melalui jalur Desa Tumbang Habangoi, pendaki bisa merasakan kekayaan budaya Kalimantan Tengah sekaligus menikmati panorama alam yang masih sangat asri," ucap Putri.

Maria menambahkan bahwa mereka juga membuat video dokumenter selama kegiatan berlangsung. Video ini bertujuan mempromosikan Desa Tumbang Habangoi kepada para pendaki muda dan pecinta alam di seluruh Indonesia.

“Pendakian bisa menjadi sarana edukasi budaya. Kami ingin menunjukkan bahwa mendaki bukan sekadar soal menaklukkan puncak, tapi juga menghargai dan mempelajari kehidupan masyarakat lokal,” katanya.

Di akhir sesi, ketiganya menyampaikan harapan agar infrastruktur dan pengelolaan ekowisata di desa-desa seperti Tumbang Habangoi lebih diperhatikan. Mereka juga mengajak generasi muda, terutama pecinta alam dan petualang, untuk mencoba mendaki Bukit Raya melalui jalur desa tersebut.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....