Batu Akik yang Dulu Sempat Populer

  • 29 Jul 2025 21:34 WIB
  •  Palangkaraya

KBRN, Palangka Raya: Beberapa tahun lalu, batu akik menjadi tren besar di Indonesia.

Dari pasar tradisional hingga pusat perbelanjaan modern, batu mulia ini diburu oleh berbagai kalangan, mulai dari kolektor hingga masyarakat umum.

Nilai jualnya bahkan sempat meroket, dengan beberapa jenis batu dihargai hingga puluhan juta rupiah.

Namun, seiring waktu, popularitas batu akik mulai meredup. Pedagang yang dulunya meraup untung besar kini banyak yang gulung tikar.

Di beberapa kota, kios-kios batu akik berkurang drastis. Faktor utama penurunan tren ini adalah perubahan minat masyarakat dan munculnya hobi baru yang lebih modern.

Meski demikian, sebagian kalangan tetap mempertahankan kecintaan mereka terhadap batu akik.

Kolektor sejati masih aktif melakukan lelang, tukar-menukar, dan pertemuan komunitas. Jenis batu seperti bacan, kalimaya, dan giok masih menjadi primadona karena keindahan dan kelangkaannya.

Pelaku usaha batu akik kini berusaha bertahan dengan berinovasi. Mereka mengolah batu menjadi perhiasan bergaya kekinian, memanfaatkan media sosial untuk promosi, hingga mengedukasi generasi muda tentang nilai seni dan sejarah di balik batu akik.

Meski tak lagi seheboh masa jayanya, batu akik tetap menyimpan pesona tersendiri.

Ia bukan sekadar aksesori, melainkan bagian dari warisan budaya yang mencerminkan selera dan identitas masyarakat Indonesia di satu masa.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....