Layang-Layang, Permainan Tradisional yang Terlupakan

  • 15 Jun 2025 21:05 WIB
  •  Palangkaraya

KBRN, Palangka Raya: Permainan layang-layang kini semakin jarang diminati, terutama oleh anak-anak di era digital. Meski begitu, permainan ini menyimpan makna dan manfaat yang penting bagi tumbuh kembang anak dan pelestarian budaya lokal.

Secara simbolis, layang-layang menggambarkan kebebasan, harapan, dan hubungan manusia dengan alam. Dalam beberapa tradisi, menerbangkan layangan juga dianggap sebagai bentuk doa atau pengharapan kepada Tuhan.

Dari segi manfaat, bermain layang-layang melatih koordinasi motorik, kesabaran, dan kreativitas. Aktivitas ini juga mendorong anak untuk aktif bergerak di luar ruangan dan berinteraksi secara sosial.

Sayangnya, banyak anak kini lebih tertarik pada permainan digital daripada permainan tradisional. Akibatnya, layang-layang mulai terlupakan dan hanya dimainkan di waktu-waktu tertentu, seperti festival atau lomba desa.

Pemerhati budaya mengajak masyarakat untuk kembali memperkenalkan permainan layang-layang kepada generasi muda. Selain melestarikan warisan budaya, permainan ini juga memberikan nilai edukatif yang tak tergantikan oleh teknologi. Namun, tetap mengutamakan keselamatan dan ketertiban selama bermain.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....