Catat, Ini Penyebab Anak Tidak Percaya Diri

  • 16 Nov 2024 22:57 WIB
  •  Palangkaraya

KBRN, Palangka Raya: Setiap orang tua tentu menginginkan anaknya tumbuh menjadi pribadi yang percaya diri. Dengan keberanian dan kepercayaan diri, mereka biasanya akan tak gentar menerima tantangan dan berani menghadapi risiko dengan baik.

Selain itu, seorang anak yang punya kepercayaan diri, biasanya tidak takut akan gagal. Mereka lebih mudah menerima kegagalan dan berani mencoba kembali.

Meski demikian, pada realitanya pola asuh orang tua serta pengaruh lingkungan sekitar bisa membuat seorang anak tumbuh dengan perasaan tidak percaya diri. Perasaan minder atau takut mencoba acap kali membuat mereka kesulitan bersosialisasi baik itu di rumah, sekolah dan lainnya.

Ada berbagai macam faktor yang bisa menjadi penyebab anak tidak percaya diri dan cenderung malu. Berikut penjelasannya, seperti dilansir dari verywellfamily.com, pada Sabtu (16/11/2024).

  • Anak Merasa Tidak Kompeten
    Sebagian anak merasa tidak percaya diri ketika dirinya tidak sebaik teman-teman sekolah atau orang di sekitar mereka pada bidang tertentu. Sang anak menjadi minder karena usaha yang dia lakukan hasilnya tidak sesuai harapan. Yang perlu orang tua atau guru lakukan ketika mendapati situasi ini ialah memberi mereka pemahaman bahwa tiap orang dikarunia kelebihan yang berbeda-beda. Ajak mereka untuk menekuni bidang yang mereka sukai agar kepercayaan diri mereka meningkat.
  • Merasa Dibandingkan dengan Anak Lain
    Sadar atau tidak, orang tua sering membandingkan anak mereka dengan anak orang lain, atau bahkan saudara kandung sendiri. Padahal membandingkan anak bukanlah hal yang bijak, meski berniat membangkitkan motivasinya. Alih-alih meningkatkan kepercayaan diri atau motivasi, sang anak justru akan kehilangan minat dan kepercayaan diri setelah dibandingkan. Mereka bisa langsung skeptis pada kemampuan diri sendiri dan enggan melakukan suatu hal jika pada akhirnya dibanding-bandingkan dengan orang lain.
  • Ekspektasi Tinggi dari Orang Tua
    Orang tua atau keluarga tentu punya harapan besar kepada keturunan mereka supaya tumbuh jadi yang terbaik dari segala hal. Namun, ekspektasi orang tua yang tinggi dan cenderung berlebihan bisa membuat anak merasa terbebani. Jika orang tua melimpahkan ekspektasi tinggi kepada anak, baik itu secara verbal (perkataan) maupun upaya-upaya tertentu, mereka bisa terbayang-bayang akan kegagalan. Jika tidak didukung dan didampingi setiap proses perjalanan hidupnya, anak menjadi takut tidak bisa membanggakan orang tua mereka.
  • Anak Mengalami Trauma
    Trauma masa lalu, seperti pelecehan seksual atau fisik, bencana, penyakit parah, atau kematian orang yang disayangi bisa menjadi penyebab anak tidak percaya diri. Perasaan malu dan kurang percaya diri ada dalam diri anak akan bertambah jika masalah tidak segera diatasi. Selain beberapa alasan di atas, anak juga bisa merasa kurang percaya diri karena faktor kurang interaksi sosial, karakter keturunan, lingkungan, anak yang lebih sensitif dan secara emosional memang mudah terintimidasi, serta merasa takut gagal menghadapi berbagai tantangan.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....