JAFF Memperluas Kemitraan dengan Adelaide Film Festival dan mylab
- 01 Sep 2026 21:29 WIB
- Palangkaraya
RRI.CO.ID. Palangka Raya - JAFF Market memperluas kolaborasinya dengan Adelaide Film Festival (AFF) dan mylab pada 2026. Kerja sama ini membuka jalur baru bagi sineas dan produser Australia untuk terhubung dengan industri perfilman Indonesia dan Asia Tenggara. Memasuki tahun ketiga, kemitraan tersebut akan membawa proyek-proyek film Australia ke JAFF Future Project (JFP), sekaligus melibatkan produser Australia dalam Producers Exchange, program baru JAFF Market. JAFF Market 2026 akan berlangsung di Yogyakarta pada 28–30 November 2026.
Melalui program Festival Bridges, AFF membuka pendaftaran bagi sineas Australia untuk mengikuti JFP, platform pengembangan proyek JAFF Market bagi film panjang fiksi, animasi, dan dokumenter dari kawasan Asia-Pasifik. AFF secara khusus mencari proyek yang memiliki keterkaitan dengan Indonesia, baik dari sisi cerita maupun proses produksinya. Prioritas akan diberikan kepada proyek yang hampir selesai atau berada pada tahap work-in-progress. Meski demikian, proyek yang masih dalam tahap pengembangan dan praproduksi tetap dapat dipertimbangkan.
Proyek terpilih akan dipresentasikan dalam JFP serta berkesempatan memperoleh berbagai penghargaan dan dukungan industri. Mylab akan memberikan pendampingan dan arahan industri untuk membantu para sineas mempertajam posisi proyek, menemukan mitra potensial, serta memahami peluang yang tersedia di industri perfilman Asia. Kolaborasi pada 2026 juga membuka jalur baru bagi produser Australia melalui JAFF Market Producers Exchange. AFF mengundang produser yang memiliki minat kuat untuk bekerja sama dengan kawasan Asia Tenggara agar mendaftarkan diri dalam program tersebut. Producers Exchange akan memilih 12 produser internasional melalui pendaftaran terbuka. Para peserta terpilih akan mendapatkan publikasi melalui kanal-kanal JAFF Market, mengikuti sejumlah program resmi dan kegiatan jejaring, serta memperoleh layanan penjajakan mitra profesional yang disesuaikan dengan kebutuhan mereka.
Inisiatif ini didanai oleh Office for the Arts, Pemerintah Australia. Program tersebut dirancang untuk memperkuat hubungan antara sineas Australia dan Indonesia, memperdalam pertukaran budaya, serta menciptakan peluang nyata bagi kolaborasi lintas negara. Festival Bridges yang diinisiasi AFF juga mencakup kemitraan dengan Marché du Film di Festival Film Cannes. Program ini mendukung partisipasi sineas Australia dalam berbagai festival dan pasar film internasional. Satu perwakilan dari setiap proyek terpilih, baik produser maupun penulis-sutradara, akan menerima bantuan perjalanan untuk menghadiri JAFF Market. Mereka juga akan memperoleh akreditasi pasar serta akses ke pertemuan industri dan kesempatan berjejaring yang difasilitasi oleh penyelenggara.
Direktur JAFF Market Linda Gozali mengatakan, kemitraan tersebut telah berkembang dari dukungan terhadap proyek menjadi platform yang membangun hubungan industri secara berkelanjutan.
“Memasuki tahun ketiga kemitraan kami dengan Adelaide Film Festival menunjukkan kuatnya fondasi yang telah kami bangun bersama. Dengan hadirnya Producers Exchange berdampingan dengan JAFF Future Project, kami memperluas pembicaraan dari proyek-proyek individual menuju hubungan jangka panjang antara para produser serta industri perfilman Australia dan Asia Tenggara,” ujar Linda.
CEO sekaligus Direktur Kreatif AFF Mat Kesting mengatakan, kolaborasi tersebut mencerminkan komitmen festival dalam mendorong pertukaran di tingkat regional.
“AFF bangga dapat mendorong kolaborasi di kawasan geografis kami serta membantu membangun hubungan budaya dan kreatif dengan negara-negara tetangga. Kemitraan yang autentik dan telah terjalin lama dengan JAFF Market dan JAFF merupakan sumber kebanggaan sekaligus hubungan timbal balik yang kami harapkan dapat terus berlangsung selama bertahun-tahun mendatang,” kata Mat.
Pendiri dan Kurator mylab Lorna Tee mengatakan, para peserta terdahulu telah menemukan mitra dan kolaborator, memperdalam pemahaman mereka mengenai lanskap industri perfilman Asia, serta membawa proyek masing-masing ke tahap yang lebih maju melalui kemitraan ini.
“Kami berharap dapat membantu lebih banyak pelaku industri film Australia dan Asia untuk berkembang bersama di kawasan Asia-Pasifik, sekaligus membangun hubungan yang lebih kuat antara sineas dan perusahaan produksi,” ujar Lorna.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....