NAVYRA dan Borneo Art Play Gelar Pentas Keliling Kota Palangka Raya
- 25 Agt 2026 23:15 WIB
- Palangkaraya
RRI.CO.ID,Palangka Raya – Grup musik, NAVYRA BAND, dan komunitas penggerak seni pertunjukan, Borneo Art Play, menyatukan gagasan dalam pertunjukan lintas disiplin bertajuk “Pentas Keliling Kota Palangkaraya”. Tur mandiri ini berlangsung selama delapan hari, 24-31 Agustus 2026, dengan menyambangi sejumlah ruang alternatif dan kantong komunitas di Kota Palangka Raya.
Vokalis sekaligus gitaris NAVYRA BAND, Fathur Razaq, mengatakan kolaborasi ini menghadirkan pertemuan karya musik NAVYRA BAND dengan pertunjukan teater Borneo Art Play. Melalui konsep pentas keliling ini menjadi upaya seniman independen untuk menghadirkan pertunjukan secara langsung di tengah masyarakat tanpa bergantung pada panggung formal.
"Kami NAVYRA BAND dalam Tur ini membawakan lagu “NYA” secara eksklusif sebelum resmi dirilis kepada publik. Lagu NYA merupakan karya saya, mengangkat keresahan tentang pencarian jati diri, proses bertumbuh, serta perjalanan dalam menggapai cita dan cinta yang pada akhirnya bermuara pada kesadaran bahwa seluruh proses kehidupan akan kembali kepada-NYA,” ucapnya, Senin, 24 Agustus 2026.
Lagu “NYA” juga menghadirkan sentuhan etnik melalui penggunaan instrumen tradisional Sape. Karya tersebut menjadi lagu ketujuh NAVYRA BAND setelah enam lagu sebelumnya dirilis di berbagai platform digital, sekaligus menjadi penutup album “Ruang Rasa Ruang Waktu”.
Sementara itu, Penggagas Borneo Art Play, Abdul Khafidz, menyampaikan pihaknya menghadirkan pertunjukan teater. “Tuan Berjas Beludru dan Ceritanya” yang dibawakan saat pertunjukan ini menyajikan narasi yang merespons langsung karakter ruang tempat pementasan dan menjadi bagian dari program “KANIH KATE & NONTON TEATER DI AKHIR PEKAN” yang digagas Borneo Art Play.
"Tur ini diusung secara independen sebagai inisiatif kolektif untuk mendekatkan musik dan teater kepada masyarakat. Selain menjadi ruang apresiasi, kegiatan tersebut diharapkan dapat memperkuat jejaring seniman serta menghidupkan ekosistem pertunjukan yang inklusif di Kalimantan Tengah,” katanya.
Melalui perjumpaan musik dan teater, NAVYRA BAND dan Borneo Art Play, diharapkan seni yang dihadirkan tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga ruang untuk menumbuhkan empati dan kedalaman rasa. Pentas keliling ini sekaligus menjadi upaya memperkuat keberadaan gerakan seni independen dan membuka ruang perjumpaan yang lebih dekat antara seniman dengan masyarakat.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....