Staycation, Seni Minikmati Liburan Singkat di Tengah Padatnya Aktivitas
- 31 Mei 2026 03:50 WIB
- Palangkaraya
RRI.CO.ID, Palangka Raya - Dinamika kehidupan modern yang menuntut produktivitas tinggi kini kian memicu kejenuhan psikologis masyarakat urban. Merespons kondisi tersebut, tren gaya hidup staycation atau berlibur di hotel dalam kota menjadi pilihan favorit karena menawarkan kepraktisan mutlak tanpa rencana perjalanan yang rumit.
Bagi para pekerja perkotaan, menghabiskan waktu luang di penginapan lokal menjadi solusi jitu mengganti suasana tanpa perlu membuang energi di jalur kemacetan. Selain efisien dari segi waktu, formula pelesiran minimalis ini dinilai jauh lebih ramah di kantong dibandingkan harus memesan tiket pesawat ke luar daerah.
Menangkap pergeseran pasar yang masif ini, pelaku industri perhotelan pun kini mulai gencar bersolek. Fasilitas pendukung seperti kolam renang berkonsep terbuka hingga layanan spa sengaja dihadirkan untuk memanjakan tamu yang ingin memutus hubungan sejenak dari beban kerja harian.
Momentum liburan singkat di dalam kota ini juga bertransformasi menjadi ruang intim untuk merajut kembali kedekatan bersama keluarga tercinta. Popularitasnya di jagat maya kian meroket seiring banyaknya kreator konten yang membagikan potret sudut kamar hotel yang estetik dan instagramable.
Pada akhirnya, menikmati akhir pekan di penginapan terdekat menjadi bentuk apresiasi diri (self-reward) yang paling realistis bagi masyarakat komunal. Langkah sederhana ini terbukti ampuh memulihkan energi tubuh secara instan sebelum kembali menghadapi rutinitas pekerjaan pada Senin pagi.
Perspektif Riset & Psikologi Pariwisata
Fenomena meluasnya tren staycation sebagai metode pemulihan mental ini berkaitan erat dengan studi psikologi kerja yang diterbitkan dalam Journal of Travel Research pada tahun 2021. Riset tersebut mengungkapkan bahwa efektivitas liburan tidak ditentukan oleh jarak geografis, melainkan oleh tingkat kemampuan seseorang dalam melepaskan pikiran dari beban pekerjaan harian.
Sementara itu, ditinjau dari dampak ekonomi pariwisata mikro, laporan dari World Travel & Tourism Council (WTTC) pada tahun 2023 menunjukkan pertumbuhan wisata lokal menjadi penyelamat utama hotel daerah. Preferensi konsumen urban yang beralih ke hyper-local tourism berhasil menghidupkan ekosistem UMKM serta mendorong pengelola akomodasi terus berinovasi menciptakan standar pelayanan berbasis kesehatan mental.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....