Rahasia Membentuk Empati Anak sejak Dini

  • 25 Mar 2026 08:01 WIB
  •  Palangkaraya

RRI.CO.ID, Palangka Raya - Anak-anak merupakan pemerhati dan peniru ulung. Mereka selalu memperhatikan bagaimana orang dewasa bersikap terhadap keluarga, teman, bahkan orang asing.

Bukan hanya memperhatikan orang dewasa di sekitar mereka, anak-anak juga mendapat pengetahuan dari media sosial dan pergaulan di sekolah serta lingkungan. Oleh karena itu, menanamkan nilai-nilai kebaikan dan sikap saling menghormati kepada anak-anak dimulai dari bagaimana para orangtua mampu menjadi contoh yang baik untuk ditiru.

Dilansir dari situs childrensdayton.org, terdapat sejumlah cara agar orang tua bisa mengajarkan anak-anak tentang empati, menerima perbedaan, serta menghindari pelabelan atau labeling. Berikut penjelasannya:

Fokus pada Kebaikan

Terkadang si kecil memiliki pertanyaan spontan seperti, 'apa yang orang itu pakai', 'kenapa pakaian mereka aneh', 'kenapa suara orang itu lucu', dan sebagainya. Komentar ini normal dilontarkan anak-anak dan menjadi bagian dari tumbuh kembangnya.

Yang paling sering dilakukan orang tua adalah mencari jawaban praktis dengan tujuan hanya untuk membuat sang anak diam sejenak. Seiring berjalannya waktu, komentar atau pertanyaan kritis bisa berubah menyakitkan jika orang tua tidak segera menjawab rasa penasaran anak-anak dengan baik.

Sebagai orang yang lebih dewasa, ajari anak-anak sejak dini kalau semua orang istimewa, dan anak Anda adalah salah satu orang istimewa itu. Fokus pada keunikan masing-masing yang menjadi kebanggaan tersendiri dan hindari reaksi negatif di hadapan si kecil.

Dorong anak-anak untuk menunjukkan kebaikan, bahkan jika seseorang tampak berbeda dengan mereka atau bahkan telah membuat kesalahan. Terkadang anak-anak mampu mendekati orang lain lebih baik dari orang dewasa dengan tindakan yang sederhana tapi menyentuh.

Anda juga bisa membuka ruang diskusi dengan mengajak anak-anak membayangkan betapa membosankannya hidup jika semua orang punya selera, penampilan, atau pengalaman yang sama. Bantu mereka memahami perjuangan masing-masing orang untuk menjadi versi terbaik mereka.

Menghindari Label pada Anak

Orang tua sering tidak sadar telah memberikan label atau panggilan tertentu kepada anak-anaknya. Label ini melekat di ingatan si kecil hingga dewasa sebagai jati diti yang 'seharusnya' atau 'tidak seharusnya' mereka miliki.

Ada beberapa cara sederhana untuk menghindari label, salah satunya membantu anak-anak melihat situasi dari perspektif orang lain. Bantu si kecil berpikir 'bagaimana perasaan saya jika seperti orang itu?', 'apa yang ingin mereka bilang tentang saya?' dan sebagainya.

Pertanyaan-pertanyaan sederhana tersebut bisa membantu membangun empati anak dan menghindari pikiran untuk menghakimi orang lain. Selain itu, bimbing anak-anak untuk tidak mudah menyimpulkan situasi secara keseluruhan.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....