Asal Usul Buah Labu Jadi Simbol Ikonik Halloween
- 31 Okt 2025 07:54 WIB
- Palangkaraya
KBRN, Palangka Raya: Setiap kali Halloween tiba, buah labu berwarna oranye dengan wajah menyeramkan pasti menghiasi rumah, toko, hingga tempat hiburan.
Tapi, pernahkah terpikir kenapa buah labu begitu identik dengan perayaan Halloween? Ternyata, tradisi ini punya sejarah panjang dan makna simbolis yang menarik.
Awalnya, masyarakat Irlandia pada abad ke-19 menggunakan lobak putih atau kentang untuk membuat lentera sebagai bagian dari tradisi kuno Samhain.
Lentera itu dipercaya bisa mengusir roh jahat yang berkeliaran di malam Halloween. Ketika para imigran Irlandia datang ke Amerika, mereka menemukan bahwa labu lebih mudah diukir dan berwarna mencolok, sehingga akhirnya menjadi simbol utama perayaan ini.
Kini, labu tidak hanya dipakai untuk membuat lentera bernama Jack-o’-lantern, tetapi juga menjadi bahan utama berbagai hidangan khas musim gugur seperti sup, pai, dan minuman labu. Bentuk dan warnanya yang hangat menciptakan suasana khas Halloween dan musim panen di Amerika Utara.
Menurut Dr. Cindy Ott, penulis buku Pumpkin: The Curious History of an American Icon dari University of Delaware, labu dianggap sebagai simbol hasil panen dan kehidupan pedesaan Amerika.
“Labu menjadi bagian dari identitas budaya, bukan hanya karena rasanya, tapi karena hubungannya dengan musim dan tradisi masyarakat,” ujarnya dalam wawancara dengan Smithsonian Magazine (2023).
Selain di Amerika, popularitas labu juga menyebar ke berbagai negara, termasuk Indonesia. Kini, banyak kafe dan restoran yang mengadaptasi menu berbahan dasar labu saat menjelang Halloween, serta dekorasi bertema oranye untuk menarik perhatian pengunjung.
Jadi, bukan sekadar buah biasa, labu adalah lambang dari tradisi, kreativitas, dan semangat perayaan Halloween yang terus hidup dari generasi ke generasi.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....