Festival Budaya di Indonesia yang Menarik Perhatian Internasional

  • 14 Okt 2025 17:41 WIB
  •  Palangkaraya

KBRN, Palangka Raya: Indonesia kembali menunjukkan kekayaan budayanya lewat sejumlah festival lokal yang kini makin dikenal oleh wisatawan dari luar negeri.

Dari Sabang sampai Merauke, pemerintah daerah dan komunitas lokal makin proaktif menggelar event budaya yang tidak hanya menghibur, tetapi juga sebagai medium diplomasi budaya, pelestarian tradisi, dan promosi ekonomi kreatif.

Dukungan dari pemerintah pusat dan program seperti Karisma Event Nusantara turut berperan memperbesar jangkauan festival-festival ini.

Salah satu festival yang makin mencuri perhatian internasional adalah East Borneo International Folklore Festival (EBIFF) di Kalimantan Timur. Festival ini mengundang delegasi dari enam negara serta melibatkan beberapa provinsi di Indonesia. Kesenian tari, musik tradisional, seni ukir, hingga kuliner lokal disajikan sebagai daya tarik utama, dan dijadikan wahana pertukaran budaya antarnegara.

Festival Budaye Cilegon Fest & International Folk Arts (BC‑FIFA) 2025 juga menjadi sorotan karena berskala internasional dan diperluas jangkauannya. Acara ini menghadirkan pemain seni budaya dari beberapa negara seperti India, Korea Selatan, Rusia, dan Bulgaria yang tampil bersama seniman lokal.

Kegiatan seperti workshop, kirab budaya, dan pentas seni memperlihatkan usaha nyata Cilegon untuk membawa budaya lokal ke panggung dunia.

Di pulau Bali, acara Indonesia Bertutur yang diselenggarakan di kawasan Nusa Dua pada Agustus 2024 juga menunjukkan bagaimana festival budaya dapat dikemas secara modern dan tetap menjaga keotentikannya.

Melalui instalasi seni, video mapping, panggung tari dan musik, opera tutur, serta kuliner tradisional, festival ini menarik lebih dari 18.000 pengunjung, termasuk wisatawan asing. Ini membuktikan bahwa format festival budaya yang inovatif bisa menjadi magnet kuat secara internasional.

Selain itu, tradisi lokal yang terintegrasi dalam event budaya besar seperti Festival Budaya Irau di Malinau dan Parade Budaya Internasional di Jember ikut menambah ragam festival yang makin dikenal dunia.

Di Jember, misalnya, prosesi kirab pusaka, sedekah bumi, dan pertunjukan seni tradisional dengan partisipasi warga dan pelaku budaya menunjukkan niat kuat untuk regenerasi budaya sekaligus membuka peluang wisata.

Festival‑festival tersebut menjadi contoh bagaimana budaya lokal bisa menjadi kekayaan yang tidak hanya dilihat sebagai warisan, tetapi juga sebagai kekuatan ekonomi, diplomasi, dan identitas global.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....