Rumah Betang Bintang Patendu, untuk Kekayaan Budaya Dayak
- 28 Apr 2024 19:11 WIB
- Palangkaraya

Dalam karya tersebut dijelaskan juga struktur Rumah Huma Betang Offeny A Ibrahim, rumah panjang yang memanjang seperti sungai, menjadi tempat tinggal asli suku Dayak. Dibangun di sekitar hulu sungai, rumah ini memiliki bentuk panggung yang tinggi, bertujuan untuk melindungi penghuninya dari banjir. Tangga utama, yang disebut hejot atau hejan, mengarahkan orang menuju pintu masuk. Di halaman depan, terdapat balai tempat menjamu tamu dan mengadakan pertemuan. Sapundu, patung berukir berbentuk manusia, berdiri kokoh sebagai simbol pengikat dan tempat menancapkan binatang kurban saat tiwah. Pasha patahu, sebuah rumah terpisah, didedikasikan untuk pemujaan. Di halaman belakang, terdapat tukau, gudang untuk alat pertanian, serta bawong yang menyimpan senjata. Sandung atau tambak, tempat penyimpanan tulang-tulang keluarga yang sudah meninggal setelah melaksanakan tiwah, bisa ditempatkan di halaman depan atau belakang.
Selain sebagai jantung kehidupan, Kalimantan juga identik dengan sungai. Suku Dayak mengarahkan orientasi tata ruang menuju sungai. Sungai bukan hanya halaman depan, tetapi juga tempat mandi, mencuci, dan MCK (Mandi, Cuci, dan Kakus). Di atas batang talian (batang tepian), terdapat jamban (kakus).
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....