Trimo, Agen BRILink Andalan Pedagang Pasar

  • 24 Mei 2026 08:38 WIB
  •  Palangkaraya

RRI.CO.ID, Palangka Raya - Matahari segera beranjak ke peraduan, namun aktivitas Trimo di tokonya justru sedang mencapai puncak. Jemari pria itu bergerak lincah di atas mesin electronic data capture (EDC) melayani para pedagang pasar yang datang silih berganti.

Bagi pedagang pasar, BRILink Trimo menjadi andalan mereka untuk mengamankan omzet harian ke dalam rekening tabungan. Layanan tersebut menjadi solusi, saat kantor perbankan telah menutup pintu.

"Kalau mereka ke bank itu membutuhkan waktu, sementara mereka harus berdagang. Maka BRILink akhirnya jadi solusi," kata Trimo di kawasan Pasar Besar Palangka Raya, Rabu 20 Mei 2026.

Siapa sangka, layanan yang kini jadi andalan pedagang pasar dulunya sepi peminat. Memulai menjadi agen perbankan pada 2017, perantau asal Ponorogo ini sempat kesulitan meyakinkan pelanggan. Saat itu, ia hanya mampu mengantongi lima hingga sepuluh transaksi per hari.

"Tahun itu masyarakat masih sangat awam terkait BRILink. Saya salah satu agen pertama di Palangka Raya yang ikut merintis dan belum banyak juga transaksinya," kenang ayah dua anak ini.

Jeli memanfaatkan aktivitas pasar, gerai transaksi keuangan miliknya menawarkan kemudahan setor tunai. Jam operasionalnya pun lebih panjang dibanding bank konvensional, yakni setiap hari pukul 07.00–21.00 WIB termasuk hari libur.

Waktu akhirnya membuktikan konsistensi pria ramah ini. Edukasi yang dilakukan secara sabar pasar perlahan membuahkan kepercayaan. Kini, agennya mampu mencatatkan 100 hingga 150 transaksi per hari.

Saking moncernya, ia menyabet dua penghargaan di tahun 2024 lalu. Pertama menjadi agen terbaik pertama se-Kota Palangka Raya, disusul predikat juara kedua program Super Agen BRILink tingkat nasional.

“Alhamdulillah, sekarang punya empat karyawan. Ini sengaja kami lakukan agar pelayanan kepada pelanggan bisa lebih maksimal,” ucap pria penggemar olahraga balap motor ini.

Menjadi agen andalan mendapatkan berbagai kemudahan. Untuk urusan setoran tunai misalnya, pria berzodiak Leo ini tidak perlu repot membawa uang ke bank. Ada tim khusus dari BRI yang datang untuk menjemput.

Kemitraan dengan BRI membuat roda ekonominya melesat. Tak hanya gerai keuangannya yang moncer, usaha makanan beku kemasan (frozen food) miliknya pun ikut berkembang. Bahkan, toko yang dulunya disewa kini sudah berhasil dibeli.

"Toko makanan beku saya juga berdampak besar pada bisnis BRILink. Pelanggan yang belanja akhirnya mengetahui dan menggunakan layanan itu," ujar pria 41 tahun tersebut.

Kehadiran BRILink Trimo dirasakan langsung oleh Rina, seorang pedagang kulit lumpia. Ia menilai gerai tersebut menjadi solusi, saat mesin setor ATM menolak uang lecek, apalagi pecahan kecil.

“Kalau pakai BRILink cepat dan tidak perlu mengantre lama, makanya sangat membantu sekali. Jadi saya bisa fokus untuk berdagang terlebih dulu,” kata ibu dua anak ini.

Keberhasilan BRILink Trimo mendapat sorotan dari akademisi dari Universitas Negeri Palangka Raya, Vivy Kristinae. Ia menilai langkah yang dilakukan Trimo adalah contoh nyata agen yang adaptif.

Setali tiga uang, keberadaan gerai mitra perbankan di kawasan niaga menjadi magnet para pedagang yang membutuhkan transaksi. Pasalnya, operasional yang ditawarkan lebih lama ketimbang bank konvensional.

"Pedagang pasar itu karakteristiknya tidak bisa meninggalkan lapak dagangan dalam waktu lama. Kehadiran BRILink memangkas waktu itu, sehingga mereka tidak perlu repot untuk menyetorkan uang ke bank," ujarnya.

Selaras dengan hal itu, Direktur Micro BRI, Akhmad Purwakajaya, menjelaskan BRILink menjadi salah satu andalan masyarakat dalam menjangkau kebutuhan transaksi di berbagai wilayah. Jaringan ini menghadirkan layanan yang mudah diakses dengan proses yang cepat.

“BRILink menjadi bukti bahwa perusahaan terus membangun ekosistem keuangan yang inklusif, memperluas akses, dan memberdayakan masyarakat secara berkelanjutan,” tutupnya.

Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....